Psikolog: Orang tua perlu bangun pengasuhan demokratis selama pandemi

Psikolog: Orang tua perlu bangun pengasuhan demokratis selama pandemi

Tangkapan layar Psikolog klinis sekaligus CEO dan Founder Personal Growth Ratih Ibrahim dalam webinar Membangun Relasi Ibu dan Anak di Masa Pandemi yang diselenggarakan oleh Jaman Perempuan Indonesia secara daring di Jakarta, Sabtu (24/7/2021). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti.

Setiap kali anak menunjukkan usaha untuk bisa memenuhi targetnya itu harus diapresiasi
Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis sekaligus pendiri Personal Growth Ratih Ibrahim mengatakan orang tua perlu membangun suasana pengasuhan anak yang demokratis di rumah selama pandemi COVID-19.

“Meskipun kita 'tulang leher' yang mengarahkan sana sini, kita perlu membangun suasana pengasuhan yang demokratis. Anak bahkan di usia yang sangat muda, perlu untuk punya 'self regulation'. Tanyakan saja pada dia apa yang mau dilakukan,” kata Ratih dalam webinar Membangun Relasi Ibu dan Anak di Masa Pandemi yang diselenggarakan oleh Jaman Perempuan Indonesia secara daring di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, dengan bertanya pada anak, orang tua dapat membuat jadwal kegiatan kreatif yang bisa dilakukan secara rutin. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan yakni memasak bersama, membersihkan atau mendekorasi rumah.

Selanjutnya orang tua perlu tenang saat melakukan validasi terhadap perasaan seorang anak. Ratih menjelaskan dengan melakukan validasi perasaan pada anak, orang tua dapat memberikan ruang dialog pada anak melalui observasi tersebut.


Baca juga: Kementerian PPPA sebut pola pengasuhan masa kini perlu libatkan anak
Baca juga: Pandemi, terapkan pola asuh digital


“Kalau anak kan juga bisa merasa takut, cemas. Kita validasi perasaannya. Kamu marah kenapa? Sekarang lagi marah kan? Marah ya sama mama? Kita mengobservasi. Dengan demikian kita telah memberikan ruang dialog pada anak,” kata Ratih.

Untuk anak yang kehilangan motivasi belajar di rumah, Ratih mengatakan orang tua dapat membantu anak dalam membuat sebuah target harian yang bisa dicapai setiap harinya dengan menggunakan bantuan papan magnet.

“Setiap kali anak menunjukkan usaha untuk bisa memenuhi targetnya itu harus diapresiasi. Kalau tidak, ya diingatkan. Dengan demikian, suasana belajarnya tetap konsisten dan disiplin, mudah-mudahan jadi nyaman dan anak jadi yakin dirinya juga mampu,” ujar Ratih.

Orang tua, menurut Ratih, juga harus memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 untuk menginvestasikan waktu saat melihat anak-anaknya merasa kesepian. 

“Kita perlu sangat menginvestasikan waktu buat anak. Kita sekarang harus ada di rumah terus dengan anak-anak, dimaknai ya sebagai bagaimana kita menginvestasikan waktu dengan anak. Bangun aktivitas baru bersama dia, kalo bisa kontak sosial dengan platform digital ya lakukan aja,” katanya.

Baca juga: Hari Kartini dan kesetaraan gender, peran ayah dalam pengasuhan anak
Baca juga: Menteri PPPA: Peran ayah dalam pengasuhan sangat penting


Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPPA sebut ada kekosongan hukum pengaturan pengasuhan anak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar