Selama PPKM Darurat, PMI Cianjur krisis stok darah berbagai golongan

Selama PPKM Darurat, PMI Cianjur krisis stok darah berbagai golongan

Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, saat mendonorkan darahnya pada Hari Donor Darah Sedunia 2021 di halaman pendopo Cianjur. (FOTO ANTARA/Ahmad Fikri)

Pembatasan itu melarang pengumpulan massa untuk menghindari kerumunan, sehingga aksi donor darah masal tidak dapat digelar seperti biasa, sedangkan kebutuhan darah tetap tinggi setiap harinya
Cianjur, Jabar (ANTARA) - Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, selama PPKM Darurat mengalami krisis stok darah berbagai golongan karena adanya pembatasan yang diberlakukan.

"Pembatasan itu melarang pengumpulan massa untuk menghindari kerumunan, sehingga aksi donor darah masal tidak dapat digelar seperti biasa, sedangkan kebutuhan darah tetap tinggi setiap harinya," kata Kepala Pelayanan UDD PMI Cianjur, Pratiwi Numalasari di Cianjur Minggu.

Ia mengatakan selama pandemi COVID-19 tingkat ketersediaan stok darah setiap harinya masih dapat tercukupi karena beberapa program yang dilakukan, termasuk mendatangi kelompok pendonor atau "mobile unit" (unit bergerak).

"Namun kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan selama PPKM Darurat diberlakukan sehingga untuk kebutuhan darah setiap harinya, kita hanya mengandalkan pedonor rutin dan donor pengganti. Akibatnya stok darah kita mengalami krisis, terutama golongan AB, A dan B, " katanya.

Ia menjelaskan selama PPKM Darurat kegiatan "mobile unit" tidak dapat dilakukan karena terbentur aturan terkait kerumunan, sedangkan kebutuhan darah aman setiap harinya, di angka 50 labu berbagai golongan.

Selama pemberlakuan pembatasan, pihaknya hanya memiliki stok darah berbagai golongan sebanyak 20 labu darah, sehingga sempat mengalami krisis.

Ia menuturkan, kebutuhan darah di Cianjur, untuk tiga rumah sakit yang ada seperti RSUD Cianjur, RSUD Cimacan dan RSDH serta pasien thalasemia setiap harinya mencapai 50 labu darah.

Sedangkan selama PPKM Darurat pedonor yang datang sangat minim, upaya jemput bola pun tidak dapat dilakukan karena jumlah pendonor yang dibatasi, hanya sosialisasi melalui media sosial yang dapat ditingkatkan.

"Sosialisasi di media sosial hingga saat ini, terus kita maksimalkan terkait pentingnya mendonorkan darah, meski hasilnya belum maksimal. Harapan kami tingkat kepedulian masyarakat akan pentingnya donor darah, harus segera terbangun, sehingga dapat menutupi kebutuhan darah untuk kemanusian, seperti di kota lain, tingkat kesadaran masyarakatnya sudah tinggi, " katanya.

Ia menambahkan untuk hari Minggu (25/7) ini UDD PMI Cianjur memiliki stok darah yang sangat minim seperti golongan darah AB hanya 4 labu, A hanya 12 labu, B 16 labu dan O 19 labu.

Stok tersebut, hanya cukup untuk memenuhi pesanan dari satu rumah sakit, sehingga pihaknya berharap lebih banyak warga yang datang langsung ke UDD PMI Cianjur, untuk mendonorkan darahnya. Karena selain sehat, donor darah dapat menyelamatkan nyawa manusia, demikian Pratiwi Nurmalasari.

Baca juga: Stok darah di UDD PMI Cianjur kosong

Baca juga: PMI Cianjur sosialisaikan protokol kesehatan di objek wisata

Baca juga: Polres Cianjur bantu PMI tambah stok darah hadapi penyebaran COVID-19

Baca juga: PMI periksa kesehatan penyintas banjir Cianjur melalui "door to door"

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menghilangkan penat akhir pekan di Kebun Raya Cibodas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar