Menkopolhukam ingatkan COVID-19 musuh bersama

Menkopolhukam ingatkan COVID-19 musuh bersama

Arsip foto - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam diskusi virtual yang diadakan Transparency International Indonesia (TII) di Jakarta, Kamis (28/1/2021). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Transparency International Indonesia/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengingatkan pandemi COVID-19 merupakan musuh bersama.

Mahfud MD dalam silaturahmi virtual se Jawa Barat, di Jakarta, Minggu, mengatakan kekayaan dan jabatan pun saat ini, bahkan tidak ada gunanya, jika ada yang terpapar COVID-19.

"Pimpinan RS sendiri ada yang meninggal 3 hari yang lalu, karena di rumah sakitnya sendiri dia tidak kebagian oksigen tidak kebagian kamar, sehingga juga ikut antre, jadinya meninggal. Jadi kebersamaan kita itu menjadi penting (dalam melawan COVID-19)," kata Mahfud MD.

Oleh karena itu, Mahfud mengajak seluruh elemen untuk menggalang kebersamaan supaya bisa menghadapi dan melawan pandemi COVID-19.

Baca juga: Menkopolhukam: Pemerintah tindak tegas demonstrasi tidak sesuai prokes

"COVID-19 musuh bersama, tidak ada partai politiknya, jadi partai politik apa pun ya musuhnya COVID-19, oleh sebab itu orang tua orang muda, ulama bukan ulama, profesor bukan profesor, pejabat bukan pejabat, musuhnya, COVID-19," katanya.

Menkopolhukam Mahfud juga mengajak seluruh elemen untuk ikut terlibat membangun ketenangan di tengah masyarakat, sehingga masyarakat bisa melewati kondisi pandemi ini tanpa penuh ketakutan atau kecemasan.

"Mari bangun ketenangan masyarakat, jangan ditakut-takuti, ini ada vaksinnya, ada obat dan caranya untuk menghadapi sehingga kita tenang oleh hal-hal semacam itu," kata Mahfud.

Dia mengatakan ketenangan merupakan salah satu upaya mencapai kesembuhan dan juga selamat dari pandemi COVID-19.

Baca juga: Mahfud MD imbau masyarakat salat Idul Adha di rumah

"Nah oleh sebab itu saya ingin menyampaikan dalil ilmu kedokteran yang disampaikan oleh Ibnu Sina, yang mengatakan kalau kamu ingin sembuh, yang tenang saja, kalau ingin selamat tenang saja jangan panik," ucapnya.

Menurut dia, ketenangan, sabar, berdoa serta berusaha menjadi upaya terhindar serta mencapai kesembuhan dari penyakit COVID-19.

"Panik itu adalah separuh dari penyakit, tapi tenang itu adalah separuh dari obat, kalau kita tenang itu sudah sembuh separuh, tinggal fisiknya sabar, berdoa, dan usaha. Sabar itu tentang tangguh, termasuk dalam mencari obat," ujarnya.

Baca juga: Mahfud MD tekankan peran penting tokoh agama saat pandemi

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

17 September, sembuh COVID-19 bertambah 7.912

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar