Warga DKI didorong belanja di toko kelontong terdekat

Warga DKI didorong belanja di toko kelontong terdekat

Arsip foto - Pedagang membenahi produk makanan di sebuah toko kelontong di kawasan Rawamangun, Jakarta. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/ss/ama/pri.

banyak UMKM atau toko kelontong terancam bangkrut usahanya
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Thopaz Nuhgraha Syamsul mendorong masyarakat untuk belanja di warung-warung kecil dan toko kelontong terdekat di wilayah masing-masing untuk menggerakkan ekonomi mikro di kawasan itu.

"Saya inisiatif kampanyekan ke masyarakat agar belanja di warung kelontong terdekat di wilayah masing-masing," ujar Thopaz di Jakarta, Senin.

Thopaz mengatakan demi asas keadilan ekonomi, masyarakat dapat ikut andil dalam mendukung bisnis warung-warung kecil dan pedagang kelontong dengan cara memperbanyak belanja di sana daripada di toko swalayan kecil (minimarket).

Ia mengatakan tidak ada niat membatasi ekspansi "minimarket" modern, namun warung-warung kecil dan toko kelontong juga perlu keberpihakan masyarakat di tengah masa sulit akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Ini jumlah gerai ritel tutup sepanjang 2021 di Jakarta

Menurut Thopaz, hadirnya masyarakat berbelanja dapat membuat pedagang toko kelontong atau warung-warung kecil mampu bertahan dari merebaknya bisnis "minimarket" modern.

Hal itu secara perlahan nantinya dapat menghindarkan terjadinya monopoli ekonomi di sektor ritel, terlebih pemerintah tengah menerapkan penyesuaian terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Saya amat prihatin karena saat ini banyak UMKM atau toko kelontong terancam bangkrut usahanya," kata Thopaz.

Di tengah-tengah keprihatinannya tersebut, Thopaz melihat di sisi lain ada "minimarket" semakin merebak keberadaannya dan tidak begitu terkena dampak pandemi COVID-19 ini.

Baca juga: Aprindo berharap bila mal dibuka disertai jam operasional normal

Oleh karenanya, politisi muda Gerindra itu meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar meninjau kembali aturan mainnya demi asas keadilan ekonomi.

"Pak Anies harus mengecek kembali terkait aturannya. Apakah 'minimarket' ini sudah sesuai aturan yang ada, contoh kecilnya dari izin, zonasi hingga jam operasional pun harus dicek kembali," tegas Thopaz.

Thopaz berharap agar Gubernur DKI Jakarta bisa lebih memberdayakan dan mendukung UMKM atau pedagang kecil di Jakarta untuk berkompetisi dengan "minimarket" atau ritel modern lainnya.

"Hal ini penting agar pedagang-pedagang kecil pun bisa turut berkembang dan maju perekonomiannya," pungkas Thopaz.

Baca juga: DKI gelar pelatihan manajemen ritel

 

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pendidikan ritel bagi Siswa SMK di Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar