Satgas: Hari ini, penambahan kematian COVID-19 tertinggi di Jatim

Satgas: Hari ini, penambahan kematian COVID-19 tertinggi di Jatim

Ilustrasi - Presiden Joko Widodo mengunjungi salah satu apotek di Kota Bogor, hendak memastikan ketersediaan beberapa jenis obat dan suplemen yang dibutuhkan masyarakat untuk penanganan COVID-19, pada Jumat (23/7/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/am.

Jakarta (ANTARA) - Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memperlihatkan angka kematian akibat COVID-19 pada Senin mencapai 1.487 orang dengan Jawa Timur mencatat penambahan tertinggi yaitu 371 orang.

Penambahan agka kematian tersebut disertai juga dengan tambahan 28.228 kasus baru dan 40.374 pasien yang dinyatakan sembuh, menurut data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Senin sore.

Dengan penambahan itu maka total Indonesia mencatatkan 3.194.733 kasus COVID-19 dengan 2.549.692 orang di antaranya telah sembuh dan 84.766 orang meninggal dunia sejak pasien pertama terkonfirmasi di tanah air pada Maret 2020.

Kasus aktif atau pasien yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri akibat COVID-19 mengalami penurunan 13.633 orang dibandingkan kemarin, sehingga saat ini terdapat 560.275 kasus aktif. Ada pula 287.987 orang yang masuk dalam kategori suspek.

Lima provinsi yang pada hari ini mencatatkan penambahan kasus terbanyak adalah Jawa Barat dengan 4.368 kasus baru, Jawa Tengah 4.021 kasus baru, Jawa Timur 3.157 kasus baru, D.I. Yogyakarta 2.667 kasus baru dan DKI Jakarta yang memiliki 2.662 kasus baru.

Baca juga: Menkes imbau masyarakat bahwa pasien terpapar COVID-19 bukanlah aib
Baca juga: Mensos janjikan perbaiki data ganda dan cara penyaluran bansos


Sementara daerah yang memiliki kasus kematian baru tertinggi adalah Jawa Timur dengan 371 orang, Jawa Tengah 270 orang, Jawa Barat 226 orang, DKI Jakarta 160 orang dan D.I. Yogyakarta 77 orang.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan total kasus dan pasien sembuh terbanyak dengan 794.935 kasus dan 731.476 pasien sembuh. Sementara Jawa Timur menjadi provinsi dengan akumulasi kematian terbesar yaitu 18.529 orang.

Penambahan kasus baru itu terkonfirmasi setelah hari ini dilakukan pengujian 160.589 spesimen dari 121.266 orang di jejaring ratusan laboratorium di seluruh Indonesia. Total telah diuji sejak tahun lalu sebanyak 24.975.057 spesimen 17.008.799 orang.

Tingkat positif atau positivity rate rata nasional untuk spesimen harian adalah 29,95 persen sementara untuk tingkat positif harian adalah 23,28 persen.

Baca juga: Permintaan obat COVID-19 melonjak 12 kali lipat sejak Juni
Baca juga: Indef sarankan perluasan ruang fiskal untuk tangani COVID-19

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu sebut sinergitas antar lembaga hindari penyelewengan PC-PEN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar