Kabar terkini "Indonesia Spice Up The World" Kemenparekraf

Kabar terkini "Indonesia Spice Up The World" Kemenparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga dalam diskusi daring mengajak komunitas diaspora atau perantau Indonesia di Qatar untuk mempromosikan wisatawan Tanah Air. (ANTARA/HO-Kemenparekraf)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Indonesia melakukan penguatan jejaring dengan berbagai pihak termasuk pegiat kuliner, importir bumbu hingga pengusaha restoran non-Indonesia di New York demi memperluas pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia melalui program "Indonesia Spice Up The World".

"Kami berkoordinasi bersama KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) melakukan penguatan jejaring, pertemuan-pertemuan dengan pegiat kuliner, importir bumbu, pengusaha restoran non-Indonesia yang ada di New York," kata dia dalam konferensi pers daring, Senin.

Tak hanya itu, perluasan jejaring juga dilakukan melalui perhelatan Dubai World Expo 2020, yang diharapkan bisa menjangkau tidak hanya pasar di benua Amerika tetapi juga wilayah potensial lainnya seperti Qatar.

"Kami kerja sama dengan KBRI Qatar, Doha, kami harapkan selain menjadi diplomasi gastro tetapi juga menjadi ajang promosi pariwisata dan produk-produk ekonomi kreatif Indonesia," tutur Sandiaga.

"Indonesia Spice Up The World" selain untuk memperluas pemasaran produk bumbu juga menguatkan industri kuliner Indonesia dengan pengembangan restoran Indonesia di luar negeri atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran. Inilah alasannya ada 4000 restoran Indonesia di luar negeri dilibatkan.

Sandiaga menargetkan program ini bisa meningkatkan nilai ekspor bumbu dan rempah tanah air di tahun 2024 hingga mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat.

Data nilai ekspor bumbu/rempah olahan dan komoditas/rempah segar Indonesia, seperti dikutip dari siaran pers Kemenparekraf tercatat mengalami tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 2,95 persen selama lima tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor tercatat sebesar 1,02 miliar dolar Amerika Serikat.

Amerika Serikat sendiri tergolong pasar yang besar untuk pengembangan pasar rempah dan kuliner khas Indonesia dengan kisaran sekitar 20-25 persen dari pasar ekspor rempah Indonesia.

Program ini disandingkan dengan inisiasi 4000 restoran Indonesia di luar negeri dan dimulai di New York.

Baca juga: Menparekraf ajak diaspora Indonesia di Qatar promosikan pariwisata

Baca juga: Sandiaga bantu beasiswa Rp25 juta untuk yatim-piatu akibat COVID-19

Baca juga: Sandiaga dukung enam "start up" kompetisi di ajang internasional

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kolaborasi Kemenparekraf dan PNM Mekaar tingkatkan ekonomi Cirebon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar