Kalah dari Taliban, tentara Afghanistan cari perlindungan di Pakistan

Kalah dari Taliban, tentara Afghanistan cari perlindungan di Pakistan

Arsip foto - Sebuah kendaraan tempur Humvee milik Pasukan Khusus Afghanistan hancur saat pertempuran melawan Taliban di Provinsi Kandahar, Afghanistan, Selasa (13/7/2021). (ANTARA/Reuters.)

Tentara Afghanistan telah diberi makanan, tempat tinggal, dan perawatan medis yang diperlukan sesuai norma militer yang ditetapkan,
Islamabad (ANTARA) - Sebanyak 46 tentara Afghanistan mencari perlindungan di Pakistan setelah kehilangan kendali atas posisi militer di seberang perbatasan menyusul kemajuan gerilyawan Taliban, kata tentara Pakistan pada Senin.

Ratusan tentara Afghanistan dan pejabat sipil telah melarikan diri ke negara tetangga Tajikistan, Iran, dan Pakistan dalam beberapa pekan terakhir setelah serangan Taliban di daerah perbatasan.

Komandan militer Afghanistan meminta perlindungan di penyeberangan perbatasan di Chitral di utara, kata tentara Pakistan dalam sebuah pernyataan. Para tentara diberi jalan aman ke Pakistan pada Minggu malam (25/7) setelah izin dari pihak berwenang Afghanistan.

Baca juga: Banyak wilayah dikuasai Taliban, Afghanistan ubah strategi perang

"Tentara Afghanistan telah diberi makanan, tempat tinggal, dan perawatan medis yang diperlukan sesuai norma militer yang ditetapkan," menurut pernyataan Pakistan.

Langkah itu dilakukan pada saat hubungan yang buruk antara tetangga. Afghanistan menarik diplomatnya dari Pakistan setelah penculikan singkat putri duta besar Afghanistan di Islamabad awal bulan ini.

Pejabat Afghanistan tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Taliban telah meningkatkan serangannya sejak Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada April bahwa mereka akan menarik pasukannya pada September, mengakhiri kehadiran militer asing selama 20 tahun.

Baca juga: Presiden Turki: Taliban harus akhiri pendudukan di Afghanistan

Washington mengatakan akan terus melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan menghadapi serangan pemberontak.

Pemerintah Afghanistan dan negosiator Taliban telah bertemu di ibu kota Qatar, Doha, dalam beberapa pekan terakhir, meskipun para diplomat mengatakan hanya ada sedikit tanda kemajuan substantif sejak pembicaraan damai dimulai pada September.

Terguncang akibat kerugian medan perang, militer Afghanistan merombak strategi perangnya melawan Taliban untuk memusatkan pasukan di sekitar daerah-daerah kritis seperti Kabul dan kota-kota lain, penyeberangan perbatasan dan infrastruktur vital, kata pejabat Afghanistan dan AS.

Tentara Pakistan mengatakan tentara yang mencari perlindungan akan dikembalikan ke Afghanistan setelah proses hukum, seperti yang terjadi dalam kasus 35 tentara pada awal Juli.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS terus bantu Afghanistan serang Taliban dari udara
Baca juga: Kaum perempuan Afghanistan khawatir jika Taliban menang

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ledakan di Kabul tewaskan 90 warga Afghanistan dan 13 tentara AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar