Olimpiade

Ratu renang AS tampil menjanjikan usai kalah di 400 meter gaya bebas

Ratu renang AS tampil menjanjikan usai kalah di 400 meter gaya bebas

Arsip Foto - Katie Ledecky (AS) bereaksi setelah menang dan mencetak rekor dunia baru di final gaya bebas 800m putri Olimpiade, Stadion Akuatik Olimpiade, Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (8/12/2016). ANTARA/REUTERS/Marcos Brindicci/am.

Jakarta (ANTARA) - Ratu renang Amerika Serikat Katie Ledecky tampil menjanjikan pada kualifikasi 200 meter gaya bebas putri, Senin, setelah sebelumnya kalah dari perenang Australia Ariarne Titmus pada nomor 400 meter gaya bebas.

Dikutip dari Reuters di Jakarta, Senin, Ledecky mencatatkan waktu satu menit 55,28 detik untuk menjadi yang tercepat di kualifikasi 200 meter gaya bebas.

Sementara Ariarne Titmus hanya menduduki posisi keempat dengan waktu tempuh satu menit 55,88 detik.

Baca juga: Tumbangkan ratu renang, Titmus rebut emas 400m gaya bebas putri

Atlet Kanada Penny Oleksiak berada di peringkat kedua dan perenang Australia Madison Wilson bertengger di posisi ketiga.

Katie Ledecky dianggap sebagai ratu renang di Negeri Paman Sam setelah meraup empat medali emas pada Olimpiade 2016 di Brazil yaitu dari nomor 200 meter gaya bebas, 400 meter gaya bebas, 800 meter gaya bebas dan 4x200 meter gaya bebas estafet putri.

Atlet berusia 24 tahun itu sebelumnya dijagokan untuk mempertahankan prestasinya pada nomor 400 meter gaya bebas putri Olimpiade 2020, tetapi dia dikalahkan Ariarne Titmus dan harus puas mendapatkan perak.

Sementara pemegang rekor dunia Federica Pellegrini dari Italia meluncur ke semifinal dari posisi ke-15.

Baca juga: Peaty kukuhkan dominasinya dalam 100m gaya dada dengan sabet emas

Masih di putri, dari 200 meter gaya ganti, atlet Amerika Serikat Kate Douglass berada di posisi terdepan, 0,54 detik lebih cepat dari pemegang rekor dunia dan juara bertahan Olimpiade Katinka Hosszu (Hungaria).

Dari sektor putra, pada babak heat 200 meter gaya kupu-kupu putra, pemegang rekor dunia Kristof Milak dari Hungaria menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 1 menit 53,58 detik, 0,86 detik lebih cepat dari atlet Taiwan Wang Kuan-hung.

"Saya akan membukukan waktu yang sama di semifinal dan, berikutnya, mempersiapkan yang terbaik di final. Senang rasanya melihat ke yang lain dan mengatakan, 'oke, mari kita mulai'," ujar Milak.

Perenang Afrika Selatan Chad Le Clos, peraih medali emas di Olimpiade London dan perak di Brazil, mengunci tempat ke-16 di semifinal.

Baca juga: AS sabet medali emas estafet 4x100m gaya bebas putra

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menpora: Panjat tebing PON selevel Olimpiade

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar