Artikel

Skateboard dan kisah dua anak sekolahan menggebrak Tokyo 2020

Oleh Jafar M Sidik

Saya senang sekali menjadi (atlet Jepang peraih medali emas) termuda, dalam Olimpiade pertama saya
Untuk audiens muda Olimpiade

Tiga gadis kecil itu telah dan akan menggebrak dunia, bahkan mereka melakukannya pada cabang olah raga yang sampai kini sering diasosiasikan dengan dunia laki-laki itu.

Mengenai anggapan ini, Raysaa Leal memiliki pandangan lebih progresif dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Ketika ditanya wartawan bagaimana tanggapannya terhadap anggapan awam bahwa perempuan tak boleh bermain skateboard, Leal mantap menjawab bahwa olah raga seharusnya sebuah dunia yang tidak mengenal batas gender.

"Enggak benar jika ada anggapan ‘ya kamu harus belajar’, kamu enggak usah skating karena skating itu untuk anak laki," kata Leal seperti dikutip Reuters. "Saya kira skateboarding itu untuk semua orang."

Leal benar, seperti pada cabang olah raga lainnya, skateboard seharusnya untuk semua orang, tidak peduli perempuan atau laki-laki.

Itu sama halnya dengan pandangan bahwa tak elok membiarkan skateboard terus di jalanan ketika anak-anak muda seluruh dunia memainkannya, kendati kebanyakan tidak untuk berkompetisi.

Tak heran jika Komite Olimpiade Internasional (IOC) memasukkan skateboard pada daftar cabang olah raga yang dilombakan di Tokyo 2020 yang sekaligus menandai untuk pertama kalinya skateboard masuk Olimpiade.

Baca juga: Skateboard jalani debut bersejarah di Olimpiade Tokyo

Sebagai bagian dari upaya merengkuh pemirsa muda olah raga, skateboarding mengikuti langkah snowboarding atau seluncur salju yang masuk Olimpiade Musim Dingin 1998, dengan menjadi salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.

Mencerminkan muasal cabang olah raga ini yang besar dan populer di jalanan dan taman, maka Olimpiade Tokyo melombakan dua disiplin yakni street dan park yang masing-masing memiliki dua nomor putra dan putri.

Kompetisi street diperlombakan dengan memasukkan rintangan-rintangan khas jalanan, yakni stair atau anak tangga dan rail.

Skateboard adalah satu dari enam cabang olah raga yang baru dilombakan dalam Olimpiade mulai Tokyo 2020. Lima lainnya adalah surfing atau selancar, sport climbing atau panjat tebing, karate, BMX gaya bebas, dan bola basket 3X3.

Kecuali karate, lima cabang olah raga baru Olimpiade ini akrab dengan anak muda.

Dan audiens anak muda pula yang dibidik oleh IOC, bahkan beberapa di antaranya lebih personal seperti saat membidik skateboarder terkenal dari Amerika Serikat, Nyjah Huston.

Menurut The Guardian, penyelenggara Olimpiade bahkan berharap Huston yang memiliki 4,7 juta follower di Instagramnya menjadi magnet yang membetot kaum muda di seluruh dunia guna mengikuti Olimpiade.

Baca juga: Tim skateboard Australia terpaksa mundur dari kualifikasi Olimpiade
 

Skateboarder Brazil Rayssa Leal (kiri) meraih medali perak dan skateboarder Jepang Momiji Nishiya meraih medali emas setelah menyelesaikan final street Olimpiade Tokyo 2020
di Ariake Sports Park di Tokyo pada 26 Juli 2021. (AFP/LIONEL BONAVENTURE)


selanjutnya, bukan sekadar olah raga
 

Oleh Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar