Artikel

Skateboard dan kisah dua anak sekolahan menggebrak Tokyo 2020

Oleh Jafar M Sidik

Skateboard dan kisah dua anak sekolahan menggebrak Tokyo 2020

Skateboarder putri Jepang yang baru berusia 13 tahun, Momiji Nishiya, saat beraksi dalam final Street Putri Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Urban Sports Park, pada 26 Juli 2021.  Dia sukses merebut medali emas nomor ini untuk menjadi peraih medali emas termuda  di Jepang dan salah satu yang peraih medali paling muda sepanjang sejarah Olimpiade. (PA Images via Reuters Connect/Mike Egerton)

Saya senang sekali menjadi (atlet Jepang peraih medali emas) termuda, dalam Olimpiade pertama saya
Jakarta (ANTARA) - Bayangkan dua anak kelas satu SMP bertanding di level teratas kompetisi olah raga dunia yang kendati tak disaksikan penonton karena aturan pembatasan terkait COVID-19 melarang ada penonton Olimpiade Tokyo 2020 di dalam stadion, tetap saja memberikan tekanan yang bisa terlalu berat untuk anak yang menginjak dewasa pun belum.

Itulah yang terjadi ketika dua atlet muda belia bertarung dalam final street putri skateboard atau papan luncur Olimpiade 2020 di Ariake Sports Park, Tokyo, Senin, bersama dengan enam atlet lain yang salah satunya berusia 34 tahun.

Kedua anak gadis ini sungguh bocah-bocah istimewa. Mereka membuat dunia sejenak berpaling kepada skateboard yang baru kali ini dilombakan dalam Olimpiade.

Baca juga: Gadis 13 tahun jadi perempuan pertama rebut emas skateboard Tokyo 2020

Yang satu namanya Momiji Nishiya dari Jepang. Satunya lagi Raysaa Leal dari Brazil.

Sebelum berhadapan dalam Olimpiade Tokyo, mereka masing-masing merupakan runner up dan peringkat ketiga kejuaraan dunia skateboard di Roma pada 2021.

Nishiya berusia 13 tahun 330 hari, sedangkan Leal 13 tahun 203 hari. Di Indonesia, bocah seumur itu masih duduk di bangku kelas satu SMP.

Nishiya merebut medali emas nomor ini, untuk kemudian menjadi salah satu Olimpian termuda yang menyabet medali emas sepanjang masa.

Dia hanya dua bulan lebih tua dari Marjorie Gestring yang menjadi atlet termuda sepanjang masa ketika menjuarai loncat indah papan 3 meter putri pada Olimpiade Berlin 1936.

"Saya senang sekali menjadi (atlet Jepang peraih medali emas) termuda, dalam Olimpiade pertama saya," kata Nishiya kepada wartawan seperti dikutip AFP.

"Saya gugup pada run pertama tetapi setelah itu tak gupup lagi," sambung Nishiya yang bertekad mengulangi pencapaian ini pada Olimpiade Paris 2024.

Lawan terberatnya, Raysaa Leal, nyaris memecahkan rekor Marjorie Gestring sebagai peraih medali emas Olimpiade termuda sepanjang masa.

Namun atlet Brazil ini harus puas dengan medali perak setelah mengumpulkan poin lebih rendah dibandingkan dengan Nishiya yang membukukan skor 15,26 poin. Leal sendiri mencatat skor 14,64 poin.

Skater ketiga yang naik podium adalah atlet Jepang berusia 16 tahun, Funa Nakayama. Dia memperoleh perunggu setelah mengumpulkan skor 14,49 poin.

Selain Momiji Nishiya dan Raysaa Leal, ada satu lagi gadis berusia 13 tahun yang bertanding dalam skateboard Tokyo 2020.

Namun yang satu ini tidak berlomba pada nomor street, melainkan pada nomor spesialisasinya, park. Dia adalah Sky Brown, dari Britania Raya.

Baca juga: Yuto Horigome sabet emas Tokyo 2020 dari cabang debutan skateboard

 

Skateboarder Brazil Rayssa Leal saat tampil dalam nomor street putri Olimpiade Tokyo 2020 di  Ariake Sports Park Skateboarding di Tokyo, 26 Juli 2021. (Jeff PACHOUD /AFP)


selanjutnya, untuk audiens muda Olimpiade

Oleh Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar