Reisa: Lakukan protokol kedatangan untuk lindungi anak dari COVID-19

Reisa: Lakukan protokol kedatangan untuk lindungi anak dari COVID-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro melakukan sesi wawancara khusus dengan LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (8/6/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz

Penting agar kita semua dapat turut serta untuk lindungi anak-anak Indonesia ini. Kita tahu anak- anak itu dapat terpapar COVID-19.
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku Reisa Broto Asmoro mengimbau setiap orang tua melakukan protokol kedatangan setelah bepergian untuk melindungi anak mereka dari terpapar COVID-19.

“Penting agar kita semua dapat turut serta untuk lindungi anak-anak Indonesia ini. Kita tahu anak- anak itu dapat terpapar COVID-19. Karena apa sih? Beraktivitas di luar rumah tanpa protokol kesehatan yang ketat atau karena tertular, misal dari keluarga inti yang bekerja di luar rumah,” kata Reisa dalam bincang-bincang bersama Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) secara daring di Jakarta, Senin.

Reisa mengungkapkan keadaan anak-anak di Indonesia saat ini harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya terpapar saja, namun banyak anak-anak yang kehilangan orang tua atau keluarganya akibat COVID-19.

Oleh karena itu, ia mengimbau setiap orang tua yang habis bepergian keluar rumah untuk menerapkan protokol kedatangan yang tepat.

Baca juga: Waspadai gejala gangguan kesehatan mental pada anak akibat pandemi

“Jika anak sudah di rumah saja, tapi ada anggota keluarga lain yang harus keluar rumah, kita benar-benar harus menerapkan protokol kedatangan yang baik, yakni apa? Kita lepas sepatu di luar rumah, kita bersihkan barang bawaan kita, kemudian mandi. Kita ganti dengan baju yang baru dan bersih,” kata Reisa menjelaskan cara melakukan protokol kedatangan.

Bila orang tua atau anggota keluarga lainnya mengalami gejala seperti batuk atau bersin, ia mengatakan untuk menggunakan masker dengan baik dan benar agar dapat melindungi anak-anak supaya tidak tertular.

“Misalnya ada keluarga yang mengalami suatu gejala penyakit, apakah dia sedang bersin-bersin atau batuk begitu ya, maka sebagai langkah pencegahan yang utama yakni orang tersebut harus pakai masker yang baik dan benar. Termasuk anggota keluarganya yang lain juga harus pakai masker. Ini penting. Langkah kecil ini penting membuat anak-anak jadi terlindungi dan tidak tertular,” kata Reisa.

Reisa menambahkan agar orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anak mereka dengan mengajarkan protokol kesehatan yang ada, dimulai dengan kegiatan 3M, yakni memakai masker yang tepat, menjaga jarak yang tepat, dan mencuci tangan dengan baik.

Baca juga: 70 kasus aktif COVID pada anak ditemukan di Kabupaten Tangerang
Baca juga: Kuba mulai uji coba vaksin COVID pada anak

 

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021

81 Ribu siswa di Aceh telah divaksinasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar