KemenESDM: Pipa gas Gresik-Semarang siap penuhi kebutuhan masyarakat

KemenESDM: Pipa gas Gresik-Semarang siap penuhi kebutuhan masyarakat

Ilustrasi: Karyawan memeriksa instalasi jaringan pipa gas di kawasan Onshore Receiving Facility (ORF) atau fasilitas penerimaan gas PT Pertamina Gas (Pertagas) di Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj. (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

Dengan telah siap beroperasinya pipa transmisi Gresem bersamaan dengan onstream-nya lapangan gas bumi Kepodang dan Jambaran Tiung Biru, siap untuk dialirkan dan digunakan oleh konsumen
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pipa gas transmisi Gresik ke Semarang (Gresem) kini telah siap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari rumah tangga, industri, hingga pembangkit listrik.

"Dengan telah siap beroperasinya pipa transmisi Gresem bersamaan dengan onstream-nya lapangan gas bumi Kepodang dan Jambaran Tiung Biru, siap untuk dialirkan dan digunakan oleh konsumen di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Soerjaningsih mengungkapkan pemerintah terus mendorong peningkatan alokasi gas bumi untuk kebutuhan domestik melalui penetapan harga gas bumi yang affordable.

Dalam bauran energi nasional, pemanfaatan gas bumi ditargetkan sebesar 22 persen pada 2025 mendatang. Kemudian, komposisi itu akan meningkat menjadi 24 persen pada 2050.

Pipa Gresem berdiameter 28 inci dengan desain kapasitas mampu mengalirkan gas sebanyak 330 MMSCFD. Pipa itu membentang sepanjang 275 kilometer dan menghabiskan biaya pembangunan sekitar 276 juta dolar AS atau setara Rp3,9 triliun.

Ia menambahkan PT Pertamina Gas saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pipa dari Tambak Rejo ke Tambak Lorok sebagai penghubung pipa transmisi Gresem dengan pipa transmisi Kalija tahap I yang dioperasikan PT Kalimantan Jawa Gas.

Baca juga: Pertagas siapkan uji coba komersial jaringan pipa gas Gresik-Semarang

Proyek yang menghubungkan pipa Gresem dari stasiun gas Gresik sampai ke stasiun gas Tambak Lorok tersebut diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Selain industri yang memanfaatkan gas bumi sebagai bahan baku dan pembangkit listrik, kebutuhan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Lamongan dan Bojonegoro dapat segera memanfaatkan gas bumi sebagai bahan bakar yang lebih rendah emisi," ujar Soerjaningsih.

Selain kebutuhan jaringan gas Lamongan dan Bojonegoro di Jawa Timur, pipa Gresem juga akan menjadi salah satu infrastruktur penghubung untuk dilakukannya commissioning fasilitas perawatan dan produksi lapangan Jambaran Tiung Biru.

PT Perusahaan Gas Negara akan memasok gas dari lapangan gas Kepodang yang mengalir melalui pipa gas bumi ruas Kepodang-Tambak Lorok dan masuk pipa gas bumi ruas Gresik- Semarang.

Pemanfaatan gas pipa Gresem akan menyediakan energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah dan menguatkan ketahanan energi nasional.

Baca juga: Pipa gas Gresik-Semarang ditargetkan selesai Maret 2020

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementerian ESDM konversi motor BBM menjadi motor listrik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar