Anies ingatkan warga DKI pandemi belum tuntas

Anies ingatkan warga DKI pandemi belum tuntas

Sejumlah warga menyantap sajian yang dijual salah satu warung makan di Pecenongan, Jakarta, Senin (26/7/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Sama sekali belum tuntas dan tidak boleh kendor
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga di Ibu Kota bahwa pandemi COVID-19 belum tuntas, meski kasus aktif dan positif mulai menurun seiring dengan gencarnya vaksinasi dan pengendalian mobilitas melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Sama sekali belum tuntas dan tidak boleh kendor, tidak boleh longgar, harus kita tuntaskan," kata Anies Baswedan di Jakarta, Selasa.

Ia meminta semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan untuk melanjutkan momentum perbaikan tersebut.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan saat ini masih ada lebih dari 29 ribu orang di Jakarta yang menjalani isolasi mandiri, kemudian sekitar 8.600 orang dirawat di rumah sakit dan 1.400 orang dirawat di unit perawatan intensif (ICU).

Tak hanya itu, lanjut dia, ada 3.900 orang menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Baca juga: Anies: Jakarta mulai jauhi kondisi genting tapi tetap patuhi prokes

"Kita harus terus menuntaskan tapi kerja kolektif seluruh rakyat untuk mengurangi mobilitas selama beberapa pekan terakhir menunjukkan tanda berdampak positif terhadap pengendalian wabah," ucapnya.

Sebelumnya, Anies menjelaskan Jakarta saat ini mulai keluar dari kondisi genting COVID-19.

Indikatornya, lanjut dia, kasus aktif yakni yang dirawat dan menjalani isolasi mengalami penurunan menjadi 64 ribu kasus pada Minggu (25/7) setelah sebelumnya sempat menyentuh sebanyak 113 ribu kasus aktif pada 16 Juli 2021.

Parameter lain juga menurun, di antaranya rata-rata kasus positif atau "positivity rate" yang tadinya pada kisaran 45 persen dan kini sudah kisaran 25 persen.

Selain itu, pemakaman dengan prosedur tetap COVID-19 yang sempat mencapai lebih dari 350 sehari, kini turun di bawah 200 per hari.

Baca juga: Anies ajak warga DKI tidak menunda vaksinasi

Sejumlah rumah sakit di Jakarta, kata dia, juga mulai terkendali setelah sempat tertekan akibat penuhnya pasien, baik yang dirawat inap maupun di instalasi gawat darurat dan ICU.

Sementara itu, berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta per 26 Juli 2021, jumlah kasus aktif hingga pukul 10.00 WIB, menurun 12.107 kasus dengan jumlah kasus sembuh bertambah 14.666 orang.

Sementara itu, tingkat kematian mencapai 103 jiwa dan penambahan kasus positif mencapai 2.662 orang.

Persentase kematian di DKI Jakarta mencapai 1,4 persen dan kesembuhan mencapai 92 persen.

Baca juga: 80 persen warga di DKI Jakarta telah terima vaksin dosis pertama

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jakarta mulai vaksinasi COVID-19 penderita autoimun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar