Pemkot Jakarta Barat selamatkan korban PHK melalui pelatihan kerja

Pemkot Jakarta Barat selamatkan korban PHK melalui pelatihan kerja

Arsip foto - Sebanyak 40 peserta mengikuti program pelatihan keterampilan kerja di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Kota Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2020). ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pihak Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Jakarta Barat berusaha menyelamatkan warga korban yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemi COVID-19 melalui program pelatihan pekerjaan.

Sejauh ini, Pemkot Jakarta Barat sudah melakukan pelatihan untuk 400 warga yang kena PHK dan masyarakat yang ingin cari kerja lewat program Kolaborasi Sosialisasi Berskala Besar (KSBB).

Baca juga: Sudin Bina Marga Jakbar bantu salurkan tabung oksigen ke rumah sakit

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Jakarta Barat Nur Kholis di Jakarta, Selasa, mengatakan program tersebut berjalan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI dan sudah digelar sejak Juni lalu.

"Kita berikan pelatihan membuat kue basah kepada 250 pada 22-24 Juni dan 150 orang untuk pelatihan membuat bir pletok," kata Nur Kholis, Selasa.

Warga yang ikut pelatihan, kata Nur Kholis, sudah mendaftar melalui penyedia jasa layanan orang perorangan (PJLP) tiap kecamatan dan datang langsung ke Kantor Sudin Disnaker Trans Jakarta Barat.

Menurut Nur Kholis, program ini menargetkan pelatihan kerja untuk 700 warga yang kena PHK selama 2021.

Untuk mencapai target itu, pihak Sudin Nakertrans dan Energi Kota Jakarta Barat tidak hanya terpaku dengan program tersebut hingga akhirnya membuat kegiatan KSBB yang berkolaborasi dengan tujuh perusahaan swasta.

Program ini juga bertujuan melatih para warga korban PHK untuk jadi pengusaha kue kering, service AC, satpam ataupun sopir.

Sejauh ini, Nur Kholis mengaku pihaknya sudah mendata 60 orang untuk ikut dalam program KSBB bentuk Dinas Tenaga Kerja Jakarta Barat.

"Ada empat yakni pelatihan kue kering kue basah 40 orang , pelatihan servis AC 15 orang sisanya satpam dan SIM hanya 5 orang. Totalnya wirausaha sekian 55 orang," kata dia.

Baca juga: Kasatpol PP Jakbar: aturan makan selama 20 menit untungkan pedagang

Pelatihan tersebut akan berjalan pada Agustus mendatang dan disaat yang sama, pihak Disnaker akan kembali membuka program KSBB tahap kedua.

Nantinya, para peserta akan diberikan pelatihan dan alat praktek dari tujuh perusahaan yang bekerja sama dengan Sudin Disnaker Trans Jakarta Barat.

Setelah pelatihan selesai, para peserta akan diberikan rekomendasi untuk mendapatkan izin usaha mikro kecil (IUMK) dari setiap kecamatan.

"Setelah kita bantu perizinan, kita bantu pemasaran lewat Bank DKI," jelas Nur Kholis.

Bahkan tidak sampai situ, pihaknya juga akan ikut campur dalam penyaluran karyawan yang sudah dilatih dalam program KSBB.

"Jadi untuk pelatihan satpam dan sopir itu selesai pelatihan mereka dapat SIM dan KTA lalu kita bantu penempatan, pasti kita carikan perusahaan mana yang butuh satpam dan sopir," jelas dia.

Nur Kholis yakin program KSBB bentukan Pemkot Jakarta Barat dan Pemprov DKI Jakarta itu dapat mencetak ratusan pengusaha dan pekerja dengan keahlian tertentu sehingga dapat mengurangi angka penggangguran.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Sudin Naker Trans Jakarta Barat Yuni Tri Wanto juga mengimbau para perusahaan untuk terlibat dalam program KSBB ini.

Para perusahaan diharapkan tidak hanya fokus mencari laba melainkan memerhatikan nasib warga yang kena PHK karena pandemi.

"perusahaan juga harus membantu, kan selama ini perusahaan sudah dapat keuntungan tahun tahun lalu, kan ini bagian dr CSR agar membantu warga yang terdampak COVID-19," kata Tri.

Baca juga: Wali Kota Jakarta Barat yakinkan penyesuaian PPKM untuk kebaikan warga

Pewarta: Walda Marison
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar