Pemkot Jaksel optimalkan kelompok tani jadi solusi ketahanan pangan

Pemkot Jaksel optimalkan kelompok tani jadi solusi ketahanan pangan

Arsip foto - Petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) mengenalkan hasil panen budidaya sayuran kepada unsur pimpinan musyawarah Kecamatan Pasar Minggu dalam acara panen serentak, Senin (30/11/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengoptimalkan 114 kelompok tani (poktan) yang tersebar pada 10 kecamatan sebagai salah satu program ketahanan pangan perkotaan.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan Hasundungan A. Sidabalok mengatakan kelompok tani tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memenuhi pangan perkotaan, terutama pada masa pandemi saat ini.

Baca juga: Kelompok Tani Fatmawati panen sayuran hasil pertanian perkotaan

"Dengan jumlah penduduk DKI Jakarta lebih dari 10 juta jiwa kita mempunyai tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Kita di Jakarta Selatan memiliki tanggung jawab untuk menekan pasokan pangan dari wilayah lain apalagi pada pandemi saat ini," kata Sidabalok saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Selain 114 poktan tersebut, dia juga menyampaikan terdapat delapan kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang juga berperan meningkatkan produksi pangan perkotaan yang berkualitas.

Semua kelompok tani dan P2L tersebut, kata Sidabalok, mendapat arahan dan bimbingan dari Sudin KPKP dalam menjalankan program kegiatan masing-masing.

Baca juga: "Urban farming" tak sekedar manfaatkan lahan kosong

Adapun dalam prosesnya, para poktan akan dibina memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan rumah tangga. Dan pada akhirnya berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

"Poktan ini ikut berperan dalam program ketahanan pangan perkotaan di wilayah Jaksel, dengan memberikan atau menjual produk-produk yang dihasilkan dengan harga murah sehingga kebutuhan masyarakat di sekitar poktan dapat terpenuhi," kata Sidabalok.

Dia pun berharap keberadaan kelompok tani tersebut dapat meningkatkan produktivitas panen agar dapat membantu mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari wilayah lain terutama pada pandemi saat ini.

Baca juga: Kelurahan Manggarai Selatan panen perdana sayuran hidroponik

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penyemprotan disinfektan dengan drone diujicobakan di Jaksel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar