Bezos bersedia tutup biaya NASA Rp29 triliun untuk misi ke bulan

Bezos bersedia tutup biaya NASA Rp29 triliun untuk misi ke bulan

Pengusaha miliarder Jeff Bezos dan penerbang wanita perintis Wally Funk muncul dari kapsul mereka setelah penerbangan mereka di atas roket New Shepard Blue Origin pada penerbangan suborbital pertama di dunia yang tidak memiliki pilot di dekat Van Horn, Texas, AS, Selasa (20/7/2021) dalam sebuah gambar yang diambil dari video. ANTARA FOTO/Blue Origin/Handout via REUTERS/WSJ/sa.

Jakarta (ANTARA) - Miliarder Jeff Bezos mengatakan bersedia untuk menutup atau membayarkan  2 miliar dolar AS (sekitar Rp29 triliun) dari biaya yang dikeluarkan NASA untuk misi pendaratan manusia ke bulan jika lembaga antariksa AS itu memberikan kontrak misi tersebut kepada perusahaannya, Blue Origin.

Mengutip laporan Reuters pada Selasa, Bezos mengatakan kepada Administrator NASA Bill Nelson melalui sebuah surat bahwa ia akan menanggung hingga 2 miliar dolar AS untuk tahun ini dan tahun berikutnya.

Sementara sebagai gantinya, Blue Origin akan menerima kontrak dengan harga tetap dan menutupi kelebihan biaya pengembangan sistem.

Baca juga: Jeff Bezos tidak cemas jelang terbang ke luar angkasa

Tawaran "diskon" dari Bezos datang enam hari setelah ia meluncur dengan roket dan kapsul New Shepard Blue Origin bersama ketiga awaknya.

"NASA berbelok dari strategi akuisisi sumber ganda aslinya karena masalah anggaran jangka pendek yang dirasakan, dan tawaran ini menghilangkan hambatan itu," tulis Bezos.

"Tanpa persaingan, ambisi (misi) bulan jangka pendek dan jangka panjang NASA akan tertunda, pada akhirnya akan lebih mahal, dan tidak akan melayani kepentingan nasional," tambahnya.

Baca juga: Fakta-fakta milyarder Richard Branson yang meroket ke luar angkasa

Sebelumnya, pada bulan April NASA telah memberikan kontrak untuk SpaceX milik Elon Musk, perusahaan saingan Bezos, sebesar 2,9 miliar dolar AS (sekitar Rp40 triliun) untuk membangun pesawat ruang angkasa. Pada saat itu, NASA menolak tawaran dari Blue Origin dan kontraktor pertahanan Dynetics.

Sebagai informasi, misi NASA kali ini diberi nama Artemis dan akan kembali membawa astronot ke bulan pada tahun 2024 setelah terakhir kali dilakukan pada 1972.

Sebagaimana diwartakan Reuters, juru bicara NASA mengatakan agensi mengetahui surat Bezos, namun menolak berkomentar lebih lanjut. Di sisi lain, juru bicara SpaceX juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Baca juga: Lagi, Virgin Galactic terbangkan eks CEO ke luar angkasa

Baca juga: Jeff Bezos terbang ke luar angkasa

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Akhirnya, roket Starship sukses mendarat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar