Soreang (ANTARA News) - Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Yadi Srimulyadi prihatin atas kinerja aparat Pemerintah Bandung, yang terjebak dalam kepentingan politik Pilkada 2010 sehingga banyak layanan publik menjadi terganggu.

"Ini terbukti dengan dibiarkannya sampah yang menumpuk di dekat SD di Kecamatan Rancaekek, Dayeuhkolot, dan di Kecamatan Baleendah," ujar Yadi seusai kunjungan dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh Kecamatan Rancaekek, Cikancung, Nagreg, dan Kecamatan Cicalengka di RM Simpang Raya, di Rancaekek, Selasa.

Bukan hanya itu, Yadi juga menengarai, layanan publik terganggu terjadi di hampir semua sektor, padahal aparat pemerintah harusnya berpegang kepada sumpah jabatan saat diangkat menjadi PNS, antara lain mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat.

Tapi kenyataannya, kata Yadi, dalam Pilkada 2010 Kabupaten Bandung baik pada pemilukada putaran pertama maupun putaran kedua, aparat pemerintah daerah nampak acuh dengan tugas utamanya tersebut.

"Kalaupun melayani masyarakat, ujung-ujungnya malah berkampanye untuk salah satu calon," katanya.

Menurut dia, seharusnya aparat pemerintah daerah segera melakukan instrospeksi sebab kalaupun tidak takut dengan berbagai aturan tentang kode etik pegawai negeri, setidaknya mereka takut kepada Tuhan.

"Apalagi, Kabupaten Bandung memiliki visi mewujudkan kabupaten yang agamis, dan pemimpin yang merumuskan visi tersebut harusnya malu," ujar Yadi.

Sebagai wakil bupati, Yadi, secara aturan harusnya melakukan pembinaan terhadap para PNS dan aparat pemerintah daerah, tapi ia tidak diberi keleluasaan, bahkan cendrung dikebiri saat akan melakukan pembinaan.

"Untuk itu, saya meminta maaf jika belum bisa maksimal dalam mengemban amanah sebagai wakil bupati. Kalau keinginan itu ingin maksimal, tapi dalam berbagai langkah saya malah dibatasi," kaya Yadi.

Untuk memperbaiki kondisi ini, Yadi mengaku satu-satunya cara, memenangkan pasangan nomor urut delapan, Ridho-Darus, yang ia yakini akan membawa perubahan mendasar, termasuk menghilangkan politisasi birokrasi, sehingga pelayanan publik akan maksimal dan masyarakat pun sejahtera.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Oot Ruchyat. menambahkan kepemimpinan yang saat ini berkuasa tidak memiliki konsep pembangunan dengan skala prioritas yang jelas.

"Sebagai contoh, penanganan banjir hanya fokus pada di Cieunteung, Desa/Kecamatan Baleendah, padahal banjir di Kecamatan Rancaekek dan di Kecamatan Majalaya lebih besar dampaknya," kata Oot.

Untuk itu, Oot mengaku memenangkan pasangan calon BUpatri/Wakil Bupati Bandung, Ridho-Darus, bukan sekadar sebuah pilihan, melainkan merupakan sebuah keharusan jika masyarakat menginginkan perubahan. (ANT-156/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010