Anies harap banyak masukan soal pengelolaan transportasi di Jakarta

Anies harap banyak masukan soal pengelolaan transportasi di Jakarta

Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam FGD 3 Pilar Integrasi dengan tema "Masa Depan Transportasi Jakarta" bersama Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), BUMD Transportasi dan Dinas Perhubungan DKI, Kamis (28/7/2021). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu membuka "Forum Group Discussion (FGD) 3 Pilar Integrasi" dengan tema "Masa Depan Transportasi Jakarta" dan mengharapkan banyak masukan terkait pengelolaan transportasi di Ibu Kota.

Terlebih, kata Anies, pandemi selama 1,5 tahun ini telah memberikan pengalaman baru bagi Jakarta dalam mengelola transportasi umum yang bisa terjangkau secara wilayah, terjangkau secara pembiayaan dan ramah lingkungan.

"Harapannya tentu semakin banyak masukan soal pengelolaan transportasi, termasuk FGD ini untuk bisa membantu memetakan, mengidentifikasi dan mengantisipasi masalah transportasi yang ada di Jakarta," kata Anies.

Selain itu, FGD ini juga diharapkan bisa memberikan asupan baru dalam penyusunan kebijakan transportasi di Jakarta, termasuk integrasi sistem pembayaran atau tarif.
"Diharapkan FGD ini bisa memberikan saran dalam menyusun kebijakan transportasi Jakarta," ujarnya.

Dari informasi yang didapatkan, DKI Jakarta akan memulai integrasi sistem pembayaran dalam transportasi umum. Masyarakat akan mendapatkan berbagai kemudahan, keamanan, kenyamanan, kecepatan serta tarif terjangkau untuk menggunakan antarmoda transportasi umum.

Selanjutnya, bagi perusahaan operator manfaatnya adalah dapat meningkatkan jumlah penumpang, bisnis proses yang dijalankan menjadi lebih efektif dan efisien, pengelolaan aset lebih efisien serta "seamless transaction".

Baca juga: JakLingko: Integrasi transportasi DKI bakal hadirkan tarif terjangkau
Baca juga: JakLingko targetkan integrasi transportasi DKI Jakarta Agustus 2021


Bagi pemerintah, adanya integrasi akan menghasilkan kebijakan penerapan tarif ya g tepat sasaran, mengurangi subsidi jangka panjang, mengurangi kemacetan serta memperbaiki kualitas udara ibukota.

Tidak berhenti sampai ke integrasi transportasi, nantinya Jakarta memiliki transportasi umum yang terintegrasi secara sistem.

Hal ini akan dilakukan di fase kedua, yakni pada Maret 2022 melalui penerapan "Mobility as a Service" (MaaS). Layanan ini akan memberikan rekomendasi dan estimasi perjalanan bagi pengguna transportasi umum melalui Aplikasi JakLingko.

Aplikasi JakLingko akan diperluas integrasinya dengan moda transportasi lain seperti ojek daring, taksi daring, pariwisata, tempat kuliner dan ada berbagai diskon yang menarik yang bisa dimanfaatkan.

Dengan mengintegrasikan moda transportasi dan sistemnya, maka Jakarta layaknya negara maju yang dijadikan "benchmark", yakni Inggris, Korea Selatan dan Hong Kong.
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Anies lepas kontingen DKI Jakarta bertanding ke PON XX Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar