Jakpro siapkan JIS jadi arena Piala Dunia U-20

Jakpro siapkan JIS jadi arena Piala Dunia U-20

Foto aerial pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang memasuki tahap pemasangan rangka atap di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Pemasangan rangka atap JIS yang memiliki berat 3.900 ton dengan bentang 269 meter tersebut menggunakan sistem 'heavy lifting' yaitu proses perakitan struktur utama dan struktur ruang dilakukan di lantai dasar untuk kemudian dilakukan pengangkatan secara bersamaan dengan sekali angkat. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

JIS menjadi stadion di Asia pertama yang mendapatkan sertifikasi itu
Jakarta (ANTARA) - Manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) menyatakan, Jakarta International Stadium (JIS) siap menjadi salah satu arena perhelatan Piala Dunia Sepak Bola U-20 setelah sebelumnya menerima tiga penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Nadia Diposanjoyo di Jakarta, Rabu, mengatakan, Jakpro mengoptimalkan waktu untuk mempersiapkan JIS menjadi salah satu arena turnamen para calon bintang sepak bola itu setelah FIFA memutuskan menunda "kick off" Piala Dunia Sepak Bola U-20 di Indonesia hingga 2023 karena pandemi COVID-19.

"Penundaan ini menjadi kesempatan bagi Jakarta International Stadium untuk mempersiapkan diri menjadi salah satu 'venue' turnamen yang kerap melahirkan 'wonderkid' atau calon bintang sepakbola di masa depan," kata Nadia.

Jakpro selaku pemilik proyek JIS menjalin kerja sama operasi (KSO) dengan beberapa perusahaan konstruksi, yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), PT Jaya Konstruksi (JAKON) dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk berkomitmen menuntaskan pembangunan berstandar FIFA yang memiliki kapasitas 82.000 penonton.

Dengan kapasitas sebanyak itu, JIS merupakan salah satu stadion termegah di dunia. Berdasarkan laporan Daily Mail pada 20 Februari 2021, JIS masuk dalam 10 stadion termegah di dunia.

JIS masuk dalam daftar ke-10 setelah Miami Freedom Park, Lusail Iconic, Bramley-Moore Dock, Camp Nou, Santiago Bernabeu, New Feyenoord, Della Roma, New San Siro dan Grand Stade de Casablanca.

Baca juga: Integrasi transportasi di JIS membuka ruang interaksi publik
Baca juga: Persija Jakarta tak sabar bermain di JIS
Sejumlah warga bercengkerama dengan latar belakang proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di tepi Danau Cincin, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (24/7/2021). Berdasarkan laporan mingguan ke-98 yang dirilis 20 Juli 2021, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mencatat realisasi pembangunan stadion yang diproyeksikan berkapasitas 82 ribu penonton itu telah mencapai 63,97 persen. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
JIS juga memiliki tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas agar dapat bersama-sama menikmati pertandingan dalam stadion. Tak hanya itu, stadion yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tersebut dibuat dengan konsep atap buka tutup (retractable roof). Hal ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Kemudian, JIS merupakan stadion pertama di Indonesia yang dibangun dengan konsep keberlanjutan (sustainability). Kini, meskipun pembangunan konstruksi masih berlangsung, JIS telah mendapatkan sertifikasi "Green Building Grade Platinum".

“JIS menjadi stadion di Asia pertama yang mendapatkan sertifikasi itu,” kata Nadia.

Dengan mengusung konsep "green building", JIS dapat menghemat energi salah satu di antaranya dengan nilai "Overall Thermal Transfer Value" (OTTV) mencapai 26,60 W/m2 dari standar maksimum SNI 35 W/m2.

Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) 14/2019,
Jakpro diamanahkan untuk membangun dan mengelola kawasan olahraga terpadu JIS. Karena itu, Jakpro berikhtiar untuk mengoptimalkan JIS sebagai kawasan "livable city" atau kawasan kota layak huni dan berkelanjutan.

Dengan demikian, pembangunan megastruktur ini adalah sebagai pusat kegiatan strategis yang tidak hanya mengakomodasi kegiatan olahraga, tetapi juga kegiatan komersial, edukasi dan hiburan.

Baca juga: Konsep pembangunan JIS jadi katalisator peremajaan kota masa datang
Baca juga: Anies: Jakarta International Stadium jadi tempat kebersamaan
Pekerja mengerjakan proyek pembangunan Jakarta International Stadium di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (7/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Pembangunan JIS mengacu pula pada visi bahwa Jakarta merupakan kota maju, lestari, berbudaya dan melibatkan warganya dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi sesama. Karena itu, kehadiran JIS diharapkan dapat mendorong semangat pengembangan "urban regeneration".

Untuk mendukung konsep pengembangan kawasan olahraga terpadu, JIS di desain dengan konsep transportasi terintegrasi melalui Stasiun Kereta Rel Listrik-Moda Raya Terpadu-Lintas Raya Terpadu dan Bus Rapid Transit (BRT) untuk membangun ruang interaksi publik.

Kemudian, fasilitas stadion juga sangat modern, yakni berupa rumput stadion utama dan lapangan latih "hybrid turf" sesuai standar FIFA serta lahan parkir luas untuk para tim ofisial dan tamu VVIP dengan delapan ratus lot parkir mobil dan seratus lot parkir bus, atap buka-tutup, dua ratus tempat duduk khusus difabel 
dan "skyview deck".

Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Jakpro menghadirkan fasilitas olahraga berstandar internasional, “Stadion Kita” Jakarta International Stadium mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada minggu ke-100 sejak pembangunan dimulai.

MURI menganugerahi PT Jakpro bersama mitra tiga kategori, antara lain Lifting Struktur Atap Stadion dengan Bobot Terberat, Stadion Pertama yang menggunakan Sistem Atap Buka-Tutup dan Stadion Green Building dengan Sertifikasi Platinum Pertama.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jakpro: Pembangunan Stadion JIS 68,04 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar