Tahapan penting "design thinking" ala Tokopedia

Tahapan penting "design thinking" ala Tokopedia

Dicki Dahrurozak, Product Design Lead Tokopedia, menjelaskan bahwa dalam desain produk, dikenal istilah ‘Design Thinking’ sebelum seorang desainer mengembangkan suatu produk, yaitu pendekatan yang berfokus pada pengguna dengan mengintegrasikan kebutuhan antara pengguna, teknologi dan kepentingan bisnis. (HO-Tokopedia)

Jakarta (ANTARA) - Design thinking penting dilakukan oleh desainer sebelum mengembangkan produk, yaitu pendekatan yang fokus utamanya adalah kebutuhan pengguna, teknologi, dan kebutuhan bisnis perusahaan, kata Product Design Lead Tokopedia Dicki Dahrurozak dalam workshop "Mengenal Product Design Lebih Jauh bersama Tokopedia" yang digelar Rabu.

Dalam workshop ini, Dicki menjelaskan bahwa seorang desainer perlu memperhatikan tiga poin utama dalam design thinking yang berkaitan erat dengan product design.

"Design thinking ini sesimpel pendekatan aja, kita berpikir terhadap tiga poin utama yaitu pengguna, teknologi, dan bisnis," tutur Dicky dalam presentasinya.

Baca juga: Tokopedia gelar workshop "product design" bagi jurnalis

Baca juga: Nathania Sutedja hapus stigma "software engineer" khusus untuk pria


Seorang desainer, kata Dicky, pertama-tama perlu melihat apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar atau konsumen. Kedua, melihat pada apa yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan. Ketiga, melihat apakah teknologi yang ada sudah mumpuni untuk merealisasikan kebutuhan tersebut.

Dicki melanjutkan, design thinking akan merangkai ketiga poin utama tersebut agar bisa koheren dan saling melengkapi sehingga hasilnya tepat sasaran.

Kemudian, Dicky menjelaskan ada lima tahapan yang perlu dilakukan oleh seorang desainer dalam kerangka design thinking sebelum menciptakan suatu inovasi produk.

Pertama, empathize. Menurut Dicki, berempati terhadap kebutuhan pengguna khususnya di tengah pandemi sangat membantu dalam menciptakan inovasi produk yang relevan.

"Fitur ‘pakai promo’ di Tokopedia, misalnya, diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian dari rumah dengan mudah tetapi juga terjangkau dan efisien,” jelas Dicki.

Kedua, define. Tentukan masalah yang ingin dipecahkan dan pikirkan kesulitan yang dihadapi pengguna. Kemudian, gunakan informasi ini sebagai panduan dalam berinovasi.

Ketiga, ideate. Dicki mengatakan, dalam hal ini penting bagi seorang desainer untuk bertukar pikiran dengan orang lain agar bisa menemukan berbagai solusi.

“Carilah ide sebanyak mungkin. Misalnya dengan melibatkan tim User Interface (UI) atau User Experience (UX) dalam proses riset agar dapat berkolaborasi dan menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna,” tambah Dicki.

Keempat, prototype. Tahapan ini dilakukan dengan membuat prototipe dari sebuah fitur sebelum benar-benar diluncurkan.

Kelima, test. Pada tahapan ini, desainer perlu mengamati interaksi konsumen terhadap prototipe produk yang baru dibuat. Tahapan ini juga menjadi tahapan pengumpulan umpan balik terhadap pekerjaan sang desainer.

"Seorang desainer membutuhkan ide kreatif, meluangkan waktu untuk mengeksplorasi dan melakukan tes serta uji coba terhadap rancangan produknya, hingga menciptakan sebuah produk yang tepat guna dan tepat sasaran,” tutup Dicki.

Baca juga: Menkeu apresiasi fitur ekonomi digital permudah masyarakat bayar pajak

Baca juga: Tokopedia tindak tegas penjual obat penanganan COVID-19 melebihi HET

Baca juga: Tokopedia siap laporkan penjual produk kesehatan palsu ke polisi

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Banten ungkap transaksi palsu di lokapasar, raup Rp400 juta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar