Kementerian Investasi sebut izin permudah kemitraan UMKM-usaha besar

Kementerian Investasi sebut izin permudah kemitraan UMKM-usaha besar

Barista mempersiapkan kopi di kedai UMKM Rasio Kopi, Cipayung, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

kami himbau pemilik usaha meskipun rumahan, silakan mendaftar di OSS dan gratis
Jakarta (ANTARA) - Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Anna Nurbani mengatakan izin usaha yang dimiliki pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat mempermudah proses kemitraan dengan pelaku usaha skala besar.

Menurut Anna, pelaku UMKM dapat memanfaatkan sistem terpadu satu pintu (OSS) yang telah menerbitkan 2,67 juta Nomor Induk Berusaha bagi pelaku usaha kecil sejak diluncurkan pada Juli 2018.

“Jadi kami himbau pemilik usaha meskipun rumahan, silakan mendaftar di OSS dan gratis. Karena ini akan menjadi persyaratan dimanapun, ketika ingin mengajukan kredit, termasuk dibantu bermitra dengan pelaku usaha berskala besar,” kata Anna dalam webinar UMKM Naik Kelas di Jakarta, Rabu.

Ia memastikan kemitraan ini bermanfaat bagi pelaku UMKM maupun pengusaha besar, karena pelaku usaha kecil dapat naik kelas dan, sebaliknya, pebisnis besar bisa memperoleh kemudahan insentif pajak dalam bentuk tax allowance.

Baca juga: Kementerian Investasi dorong pelaku usaha besar kolaborasi dengan UMKM

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2021 tentang Bidang Penanaman Modal, pemerintah mewajibkan pelaku usaha besar bidang tertentu yang ingin mendapatkan fasilitas untuk melakukan kemitraan dengan pelaku UMKM.

Menurut Anna, pemerintah telah membuat aturan ini untuk turut mengembangkan UMKM agar bisa mendapatkan pangsa pasar yang pasti tersedia.

"Misalnya perusahaan besar membutuhkan catering, kami carikan di lokasi tersebut dan akan kami hubungkan supaya mereka bisa bermitra. Ini juga tidak sembarangan kontraknya, dalam artian cukup besar bisa di atas Rp100 juta untuk jangka waktu setahun," katanya.

Selain itu, Anna mengatakan BKPM juga bekerja sama dengan beberapa perbankan untuk membantu pelaku UMKM mencari modal kerja untuk memenuhi permintaan dari pelaku usaha berskala besar tersebut.

"Apabila sudah masuk program kemitraan BKPM, kami akan hubungkan dengan bank-bank tersebut untuk dapat permodalan," ucapnya.

Baca juga: KPPU: Cara bangkitkan UMKM ialah bekerja keras dan saling bahu-membahu

Baca juga: Pengamat: Holding ultra mikro dorong percepatan digitalisasi UMKM

Pewarta: Sanya Dinda Susanti/Satyagraha
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar