KKP persiapkan Bagansiapiapi Riau jadi pelabuhan terintegrasi

KKP persiapkan Bagansiapiapi Riau jadi pelabuhan terintegrasi

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. ANTARA/HO-KKP

Kami sedang mengkaji dari sisi jumlah ikan di sana yang sangat layak untuk kemudian bisa diturunkan (ikan hasil tangkapan) di situ
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dalam pengembangan wilayah Provinsi Riau, khususnya dalam pembangunan pelabuhan terintegrasi dan pasar perikanan berskala internasional di Kota Bagansiapiapi, Riau.

"Tugas KKP di sini adalah untuk mempersiapkan Pelabuhan Perikanan Bagansiapiapi yang akan menjadi Integrated Fishing Port & International Fish Market. Kami sedang mengkaji dari sisi jumlah ikan di sana yang sangat layak untuk kemudian bisa diturunkan (ikan hasil tangkapan) di situ," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat koordinasi lintas sektor di Jakarta, Rabu.

Ia memaparkan bahwa berdasarkan hasil kajian, KKP menilai Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 yang meliputi Perairan Laut Andaman dan Selat Malaka di mana Provinsi Riau masuk ke dalamnya sudah masuk ke dalam zona merah atau dalam kondisi overfishing atau penangkapan ikan berlebih.

Dengan demikian, lanjutnya, maka langkah strategis yang akan ditempuh oleh KKP adalah menggeser wilayah penangkapan ke WPP 572 (meliputi Perairan Samudera Hindia sebelah barat Sumatera dan Selat Sunda) dan WPP 711 (meliputi Perairan Selat Karimata, Laut Natuna, Laut Natuna Utara), di mana pada wilayah tersebut jumlah ikan masih banyak.

"Kemudian kita akan menggeser penangkapan ke (WPP) 711. Ternyata WPP 711 itu jumlah ikannya cukup besar karena itu memang ikan-ikan dari wilayah Laut Natuna Utara yang lari ke wilayah sini. WPP 571 sudah merah kemudian kita akan geser ke WPP 572 sehingga Integrated Fish Port & International Fish Market ini nantinya harapan kita akan menjadi bagus," jelas Menteri Trenggono.

Studi kelayakan sendiri akan dilakukan pada awal tahun 2022 dikarenakan pada saat ini kondisi pandemi COVID-19 masih cukup tinggi di Indonesia.

Menteri Trenggono pun mengutarakan harapannya agar studi kelayakan dapat dipercepat sehingga proses pembangunan Integrated Fishing Port & International Fish Market dapat segera dilaksanakan.

Kota Bagansiapiapi merupakan ibu kota Kabupaten Rokan Hilir yang berada di Kecamatan Bangko. Wilayahnya yang memiliki sejarah kekayaan laut yang melimpah menjadikan kota ini menjadi salah satu target pembangunan Integrated Fishing Port & International Fish Market demi mengembalikan masa kejayaannya dengan infrastruktur yang lebih baik.

"Maka dari itu kami all out karena ikannya sudah mulai menipis, kami geser ke WPP 711 dan 572 karena cukup besar potensi di situ. Dan itu (Integrated Fishing Port & International Fish Market) akan menghidupkan kembali era-era kejayaan Bagansiapiapi," ucap Menteri Trenggono.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Trenggono juga berpesan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk berkoordinasi lebih lanjut terkait irigasi tambak agar dapat didiskusikan bersama pembuatan model desainnya sehingga tidak mencemari lingkungan ruang laut.

Baca juga: KKP: Sejumlah pelabuhan perikanan menggeliat pada masa pandemi
Baca juga: Dukung peningkatan PNBP, KKP optimalkan peran pelabuhan perikanan
Baca juga: Menteri Kelautan minta sinergi pemda perhatikan pelabuhan perikanan

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cara Riau memaksimalkan potensi hasil laut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar