Walau masih pandemi, jangan lupa tetap pantau tumbuh kembang anak

Walau masih pandemi, jangan lupa tetap pantau tumbuh kembang anak

Ilustrasi - Ayah dan anak. ANTARA/Pixabay.

Jakarta (ANTARA) - Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Drg. Kartini Rustandi mengingatkan orang tua tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak mereka walau pandemi COVID-19 masih melanda.

Dalam hal ini, mereka bisa memanfaatkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang bisa didapatkan versi cetak maupun digitalnya.

"Kita perlu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan baik, untuk itu kita punya buku KIA," ujar dia dalam webinar bertajuk "Pentingnya Buku KIA untuk Orangtua Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di masa Pandemi", Kamis.

Baca juga: Walau masih pandemi COVID-19, jangan lupa pantau tumbuh kembang anak

Baca juga: Jangan sepelekan buku KIA untuk pantau tumbuh kembang anak


Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bisa mencakup pertumbuhan panjang badan, pertumbuhan otak hingga perkembangan anggota gerak anak.

Di sini, orang tua harus memastikan anak-anak bisa tumbuh dan berkembang optimal sesuai usianya.

Lebih lanjut, dari semua jenjang usia yang dipantau, usia balita termasuk masa yang tak boleh lewat dari pantauan orang tua. Di sisi lain, pada masa ini anak-anak harus dipastikan kebutuhannya tercukupi seperti nutrisi, stimulasi perkembangan, pelayanan kesehatan memadai seperti imunisasi hingga terjaminnya keamanan agar dia tak terkena penyakit suatu hari nanti.

"Masa depan suatu bangsa sangat tergantung dari dari keberhasilan kita membangun anak-anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal. Usia balita merupakan masa periode emas. Ketika kita tidak bisa memanfaatkan periode ini maka kita kehilangan masa depan bangsa kita," kata Kartini.

Dia mengingatkan, peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli termasuk momentum penting untuk terus menyadarkan orang tua mengenai pentingnya pemenuhan hak anak untuk bertumbuh, berkembang, berpartisipasi secara wajar, kemudian terjaminnya pelayanan kesehatan serta anak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Lebih lanjut, kepada semua orang, Kartini berpesan untuk menjadikan kesehatan sebagai faktor penting dalam kehidupan mereka. Menurut dia, kesehatan memang bukan segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi bukan apa-apa.

Baca juga: Sekolah didorong tanyakan buku kesehatan ibu dan anak

Baca juga: Bacakan buku bisa ciptakan rasa tenang bagi anak

Baca juga: KPPPA berkolaborasi dengan Dancow luncurkan Buku Saku #BundaBangga

 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menko PMK pantau vaksinasi COVID-19 untuk ibu hamil dan anak di Bogor

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar