Polda Metro tingkatkan kasus pengancaman Jerinx ke tahap penyidikan

Polda Metro tingkatkan kasus pengancaman Jerinx ke tahap penyidikan

Achi Achmad (kiri) selaku kuasa hukum Adam Deni (tengah) mendatangi Polda Metro Jaya untuk jalani pemeriksaan atas laporan terhadap Jerinx, Rabu (14/7/2021). ANTARA/Walda/am.

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya telah meningkatkan kasus pengancaman oleh musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx terhadap pegiat media sosial Adam Deni ke tahap penyidikan.

"Hasil gelar perkara adalah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Sekarang ini naik sidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.

Yusri mengungkapkan gelar perkara tersebut dilakukan setelah penyidik Polda Metro Jaya mengumpulkan berbagai alat bukti serta keterangan saksi dan saksi ahli.

"Ada saksi pelapor dengan bukti-bukti yang dia perlihatkan, juga ada saksi-saksi ahli bahasa dan lain sebagainya, termasuk ahli hukum kita klarifikasi," katanya.

Sedangkan Jerinx sebagai terlapor awalnya dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (26/7). Namun yang bersangkutan batal hadir karena alasan kesehatan.

Jerinx dipanggil oleh pihak Kepolisian setelah dilaporkan oleh Adam Deni Gearaka terkait dugaan tindak pidana ancaman melalui media elektronik.

Baca juga: Polda Metro gelar perkara kasus dugaan pengancaman oleh Jerinx
Baca juga: Musisi Jerinx dilaporkan ke Polda Metro terkait dugaan ancaman
Penabuh drum Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) berjalan meninggalkan Lapas Kerobokan, Bali, Selasa (8/6/2021). ANTARA FOTO/Rani Rachmania/nym/wsj. 
Dugaan tindak pengancaman ini bermula saat Deni ​​​berkomentar terkait pernyataan Jerinx soal artis yang disponsori COVID-19 melalui media sosial.

Komentar yang dilayangkan Deni pun menyulut perhatian artis asal Bali itu sehingga menjadi pemicu pertikaian.

Selang beberapa lama, akun Instagram Jerinx pun hilang. Jerinx lalu menuduh Deni sebagai orang yang bertanggung jawab atas hilangnya akun Instagram itu.

Jerinx pun sempat menghubungi Deni dan mengancam melakukan tindak kekerasan. Atas ancaman tersebut, Deni sempat berniat membuka pintu mediasi dengan Jerinx.

Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus dan Deni pun melaporkan Jerinx ke Polda Metro Jaya. Jerinx secara resmi dilaporkan pada 10 Juli 2021. Keterangan pelaporan itu diunggah Deni melalui akun Instagram "@adngadn.

Dalam keterangan pelaporan, Jerinx dijerat dengan Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 29 Junto Pasal 45 huruf b UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor Tahun 2008 tentang UU ITE.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Metro Jaya gelar Operasi Patuh Jaya 2021 selama 14 hari

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar