Integrasi fasilitas fisik di DKI pangkas 30-40 persen waktu perjalanan

Integrasi fasilitas fisik di DKI pangkas 30-40 persen waktu perjalanan

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Senen Extension, di kawasan Senen, Jakarta, Selasa (24/11/2020). JPO Senen Extension yang juga menjadi penghubung menuju halte TransJakarta tersebut merupakan jembatan yang telah direvitalisasi Pemprov DKI Jakarta dengan menggunakan konsep artistik yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras.

Lumayan bisa memangkas sepertiga waktu perjalanan
Jakarta (ANTARA) - Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat integrasi fasilitas fisik dalam menunjang layanan transportasi di Ibu Kota mampu memangkas rata-rata 30-40 persen waktu perjalanan menggunakan angkutan umum.

“Lumayan bisa memangkas sepertiga waktu perjalanan,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisnawardono dalam diskusi virtual soal masa depan transportasi Jakarta, Kamis.

Menurut dia, setiap lokasi memiliki persentase penghematan waktu yang berbeda. Namun, dengan integrasi fasilitas umum itu diyakini memberikan kenyamanan kepada masyarakat sehingga mereka diharapkan beralih menggunakan angkutan umum.

Ia mencontohkan fasilitas fisik berupa Jembatan Penyebaran Orang (JPO) di Senen, Jakarta Pusat, mempercepat perpindahan orang dari satu moda transportasi ke moda lainnya karena fasilitas itu terintegrasi antarkoridor bus.

Selain kenyamanan dari JPO, area trotoar yang diperbaiki juga memberikan kenyamanan pagi para perjalanan kaki setelah mereka menumpangi angkutan umum.

Baca juga: Mayoritas perjalanan dengan transportasi umum Jakarta dari penyangga
Baca juga: Warga DKI Jakarta keluarkan Rp500.000-Rp1.000.000 untuk transportasi


Sebelumnya, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Harris Muhammadun mengungkap hasil survei yang melibatkan 1.523 responden pengguna transportasi umum di kawasan Jabodetabek.

Hasil survei menunjukkan total waktu dalam satu kali perjalanan menggunakan angkutan umum, yakni 30-60 menit yang disampaikan oleh 44,2 persen responden. Kemudian sebanyak 35,6 persen responden menyebut satu hingga dua jam.

Sebesar 13 persen mengatakan kurang dari 30 menit, 5,6 persen responden mengatakan dua hingga tiga jam dan sisanya sebesar 1,4 persen menyebut di atas tiga jam.

Sedangkan total waktu perpindahan moda yang dibutuhkan, sebanyak 87,6 persen responden mengalami perpindahan antarmoda di bawah 10 menit. Sebesar 21 persen responden menyatakan kurang dari lima menit dan sisanya 5-10 menit.
Baca juga: DTKJ: 32,5 persen orang alami waktu perpindahan moda di atas 10 menit
Baca juga: Pendapatan operator meningkat 8,11 persen saat tarif terintegrasi


Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dirut KAI resmikan Peron KA Bandara Padang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar