Satgas TNI tangkap enam orang terduga TPNPB/OPM di perbatasan RI-PNG

Satgas TNI tangkap enam orang terduga TPNPB/OPM di perbatasan RI-PNG

Satgas TNI Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs menyerahkan enam terduga anggota TPNPB/OPM dan satu warga Abepura bersama barang bukti ke Polres Keerom untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(ANTARA Papua/HO-Pendam XVII/Cenderawasih)

Keerom (ANTARA) - Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs menangkap enam orang terduga anggota TPNPB-OPM dan satu orang warga Abepura pada saat melaksanakan razia di Pos Skofro Lama, Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Papua, yang berbatasan dengan dengan Papua Nugini (PNG).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) RI-PNG Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani dalam keterangan diterima ANTARA, Kamis, mengatakan enam orang terduga anggota TPNPB/OPM ditangkap setelah kendaraan roda empat jenis Avanza warna hitam yang berpenumpang tujuh orang diberhentikan dalam razia tersebut.

Saat kendaraan tersebut diperiksa diketahui bahwa dari tujuh orang tersebut yaitu satu orang warga Abepura (sebagai supir) dan enam orang diantaranya diduga sebagai anggota TPNPB/OPM karena ditemukan kartu tanda pengenal TPNPB-OPM dan dokumen serta satu buah selongsong amunisi.

Baca juga: Satgas Pamtas beri anak perbatasan wawasan kebangsaan lewat "Petasan"
Baca juga: Kasum TNI periksa kesiapan akhir Satgas Pamtas Yonif Para Raider
Baca juga: Satgas Pamtas RI-Timor Leste gagalkan penyelundupan BBM di perbatasan


“Kejadian ini kerap terjadi, oleh karenanya kami (Satgas) akan terus berusaha untuk mencegah terjadinya pelanggaran pelintas batas negara, keluar masuknya barang-barang ilegal serta mempersempit ruang gerak anggota TPNPB/OPM dengan melaksanakan sweeping (razia) rutin di setiap pos-pos di wilayah Kabupaten Keerom dan Jayapura," jelas Dansatgas.

Dikatakan Dansatgas, dari tujuh warga tersebut, enam diantaranya diduga kuat sebagai anggota TPNPB/OPM.

"Setelah dimintai keterangan, kemudian Satgas TNI menyerahkan ketujuh warga tersebut disertai barang bukti kepada pihak Polres Keerom untuk proses lebih lanjut," kata Dansatgas.

Pewarta: Muhsidin
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar