Olimpiade

Kisah Sunisa Lee: dari pengungsi, COVID-19 hingga emas Olimpiade 2020

Pesenam Amerika Serikat Sunisa Lee saat beraksi pada final nomor semua alat (all-around) individual putri Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Gymnastics Centre, Tokyo, Jepang, 29 Juli 2021  (ANTARA/REUTERS/DYLAN MARTINEZ)


Tak diunggulkan

Keberadaan Simone Biles di tim senam putri AS seakan menenggelamkan Sunisa Lee. Dia sama sekali tidak diunggulkan untuk menjadi yang terbaik di Olimpiade 2020.

Akan tetapi, Biles ternyata membuat keputusan yang mengejutkan yakni mundur dari nomor beregu dan semua alat (all-around) Olimpiade 2020. Mau tak mau, beban medali emas berpindah ke pundak Lee, salah satu pesenam muda putri paling berbakat di AS.

Baca juga: Simone Biles mundur dari final nomor semua alat Olimpiade Tokyo

Dan, saat waktunya tiba, Lee seolah memang dilahirkan untuk menonjol dalam situasi genting dan penuh tekanan.

Berlaga di nomor all-around perorangan putri, nomor di mana seharusnya Simone Biles sangat dikedepankan untuk juara, Lee tampil nyaris tanpa cela dan berhasil merengkuh keping emas.

Tugas itu dituntaskan Lee di hadapan Biles yang duduk menonton di baris depan.

Baca juga: Di bawah tatapan Simone Biles, Sunisa Lee sabet emas semua alat

"Saya merasakan banyak tekanan karena pada dasarnya saya selalu berada di urutan kedua di belakang Biles sepanjang musim. Jadi saya mengetahui orang-orang mengandalkan saya untuk merebut peringkat kedua atau medali emas. Saya lalu mencoba untuk tidak fokus ke sana supaya tak gugup," tutur Lee.

Sebelum itu, Lee sudah menyumbangkan perak Olimpiade 2020 bersama tim senam beregu putri AS.

Sunisa Lee pantas merayakan keberhasilannya bersama sosok-sosok yang disayanginya, terutama ibu dan ayahnya.

Sang ayahlah yang awalnya membawa dia klub senam lokal pada usia enam tahun.

"Menjengkelkan melihat ayah tak ada di sini bersama saya. Ini adalah mimpi kami, yang selalu kami bicarakan. Ayah pernah bilang, kalau saya dapat emas, dia akan berdiri di lantai dan menyambut saya. Dia selalu menguatkan dan meminta saya untuk tidak terlalu memerhatikan perolehan poin dan semacamnya karena di dalam hati orang tua saya, saya sudah menjadi juara," kata Lee.

Baca juga: Teka teki Simone Biles dan mengapa dia mundur dari beregu putri
Baca juga: Pesenam di Tokyo menunjukkan cara Olimpiade aman dari virus corona

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menpora: Panjat tebing PON selevel Olimpiade

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar