IHSG akhir pekan merosot, terseret pelemahan bursa saham Asia

IHSG akhir pekan merosot, terseret pelemahan bursa saham Asia

Ilustrasi- Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

"Bursa saham regional Asia cenderung bergerak melemah di tengah bursa Amerika Serikat yang menguat ...
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ditutup melemah, seiring koreksi bursa saham Asia.

IHSG ditutup melemah 50,69 poin atau 0,83 persen ke posisi 6.070,04. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,71 poin atau 1,17 persen ke posisi 832,04.

"Bursa saham regional Asia cenderung bergerak melemah di tengah bursa Amerika Serikat yang menguat seiring rilisnya data pertumbuhan ekonomi AS di mana GDP kuartal II 2021 secara annualized quarter on quarter naik dari sebelumnya 6,3 persen menjadi 6,5 persen," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Sementara terkoreksi bursa regional Asia tampaknya terseret sentimen adanya lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Jepang, China, dan Australia. Jepang melaporkan kasus harian bahwa data per hari lalu telah terjadi lebih dari 10 ribu kasus COVID-19.

Sementara China melaporkan tiga provinsi terpapar varian delta COVID-19 dan juga Australia melaporkan adanya kenaikan kasus harian COVID-19 dan memperingatkan wabah itu akan semakin buruk meskipun ada lockdown.

Dari dalam negeri, tampaknya pelaku pasar dan investor cenderung mencermati laporan terbaru rilis kinerja keuangan laporan emiten yang menunjukkan prospek membaik di semester pertama tahun ini.

Namun, pasar tampaknya bersikap rasional terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam negeri, hal ini seiring pandemi yang sedang terjadi.

Baca juga: Saham Eropa jatuh dari tertinggi, tertekan virus dan regulasi China

Sebelumnya Dana Moneter Internasional atau IMF merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam World Economic Outlook terbaru edisi Juni 2021 IMF merivisi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3,9 persen pada 2021 dari sebelumnya 4,3 persen.

Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau pada sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG tak lama terkoreksi dan terus berada di zona merah hingga akhirnya ditutup naik.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 0,93 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor infrastruktur masing-masing 0,92 persen dan 0,61 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 2,6 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor kesehatan konsumen primer masing-masing minus 1,29 persen dan minus 1,02 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp562,98 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.544.644 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,87 miliar lembar saham senilai Rp15,42 triliun. Sebanyak 194 saham naik, 325 saham menurun, dan 137 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 498,83 poin atau 1,8 persen ke 27.283,59, Indeks Hang Seng turun 354,29 poin atau 1,35 persen ke 25.961,03, dan Indeks Straits Times terkoreksi 0,45 poin atau 0,01 persen ke 3.180,16.

Baca juga: Indeks FTSE 100 merosot, terseret saham pertambangan
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PSBB Jawa-Bali, Airlangga : IHSG positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar