Saham China dan Hong Kong lanjut turun, dipicu kekhawatiran regulasi

Saham China dan Hong Kong lanjut turun, dipicu kekhawatiran regulasi

Ilustrasi: Sejumlah investor memperhatikan pergerakan saham pada layar monitor elektronik di rumah bursa di Beijing. ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/aa.

Kami tidak berpikir bahwa sinyal dari aliran berita baru-baru ini cukup bagi kami untuk meningkatkan peringkat investasi China menjadi overweight
Shanghai (ANTARA) - Saham di Hong Kong dan China melanjutkan penurunan pada hari Jumat setelah mengalami kenaikan di hari sebelumnya, dengan indeks utama mencatat kinerja bulanan terburuk dalam beberapa tahun, karena kekhawatiran berkepanjangan atas tindakan keras peraturan melampaui upaya Beijing untuk menenangkan pasar.

Indeks saham unggulan CSI300 China ditutup turun 0,8 persen dan membukukan kerugian bulanan terbesar sejak Oktober 2018, sementara Indeks Komposit Shanghai turun 0,42 persen, menutup bulan terburuk sejak Mei 2019.

Saham teknologi Hong Kong merosot lagi, menarik indeks acuan Hang Seng ke penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2018.

Indeks Hang Seng ditutup turun 1,4 persen, menyusul kenaikan 3,3 persen pada hari Kamis. Raksasa teknologi seperti Meituan dan Alibaba memimpin penurunan pada hari Jumat.

Baca juga: IHSG akhir pekan merosot, terseret pelemahan bursa saham Asia

Investor global telah melepas saham di perusahaan-perusahaan China setelah Beijing melarang kegiatan les yang mencari keuntungan pada mata pelajaran inti sekolah, menyusul tindakan keras awal tahun ini di sektor teknologi. Langkah regulasi telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang risiko investasi di China.

Indeks Hang Seng Tech anjlok 2,56 persen, memperbesar penurunan mingguannya menjadi 6,7 persen.

Kebangkitan kasus COVID-19 di China daratan juga mengurangi selera risiko investor.

Indeks yang melacak saham pariwisata China turun 3,83 persen. Saham perawatan kesehatan di China daratan juga turun tajam di tengah kekhawatiran sektor ini mungkin menjadi target berikutnya dari regulator.

Pasar rebound (bangkit) pada hari Kamis setelah China meningkatkan upaya untuk menenangkan kegelisahan investor dengan mengatakan kepada pialang asing untuk tidak "menginterpretasi berlebihan" tindakan regulasi terbarunya.

Baca juga: Indeks FTSE 100 merosot, terseret saham pertambangan

Wakil ketua Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) Fang Xinghai mengadakan pertemuan dengan bank investasi global pada Rabu malam dalam upaya untuk menopang kepercayaan, sementara media pemerintah beramai-ramai pada hari Kamis untuk mendukung pasar modal China.

"Kami tidak berpikir bahwa sinyal dari aliran berita baru-baru ini cukup bagi kami untuk meningkatkan peringkat investasi China menjadi overweight," kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan, mengutip kekhawatiran jangka panjang mengenai masa depan ekuitas China di luar negeri, dan kemungkinan pembatasan investasi asing di perusahaan China.

"Umpan balik awal yang dihadapi investor menunjukkan bahwa mereka tetap khawatir, dan mencari panduan dan tindakan yang lebih formal untuk meredakan masalah potensial ini."

Ukuran layanan dan aktivitas pabrik resmi China untuk bulan Juli akan dirilis pada hari Sabtu. Pertumbuhan di bidang manufaktur diperkirakan akan sedikit melambat, menurut jajak pendapat Reuters.

Baca juga: Saham Eropa jatuh dari tertinggi, tertekan virus dan regulasi China
 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Waskita Karya jual saham tol di Sumut ke investor Hong Kong Rp824 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar