Alasan sutradara garap novel karya Eka Kurniawan jadi film

Alasan sutradara garap novel karya Eka Kurniawan jadi film

Still photo film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". ANTARA/HO-Poplicist Publicist.

Jakarta (ANTARA) - Sebuah novel karya Eka Kurniawan berjudul "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" diangkat menjadi film yang disutradarai oleh Edwin dan akan tayang di Toronto International Film Festival (TIFF) 2021, 9 September hingga 18 September 2021.

Dalam jumpa pers daring pada Jumat di Jakarta, Edwin mengaku langsung jatuh hati saat pertama kali melihat novel "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" di sebuah toko buku.

"Sebuah judul yang unik dan saat membaca sinopsisnya seolah mengundang sekali untuk digambarkan secara visual," ujar Edwin.

Baca juga: "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" gunakan film analog 16mm

Edwin menambahkan, salah satu adegan yang paling ia sukai saat membaca novel karya Eka Kurniawan itu adalah adegan balapan truk.

"Saat adegan balapan truk itu, kok bisa bikin pembaca jadi tegang sendiri," imbuhnya.

Edwin mengaku menyukai gaya bercerita Eka Kurniawan dalam novel "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" karena berhasil membawa budaya pop tahun 80 hingga 90-an yang sangat relevan.

"Tadinya kita mau bikin film yang lain tapi kok arahnya ke buku itu lagi, jadi yaudah kita coba. Terbayanglah suasananya, entertainment-nya, mistisnya. Ini bakal jadi sesuatu yang seru sekali," tutur Edwin.

Senada dengan pernyataan Edwin, produser film Muhammad Zaidy mengatakan bahwa novel "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" saat menarik untuk diangkat menjadi sebuah film.

"Saat itu Edwin membawa buku-buku Eka Kurniawan dan mencoba memperkenalkan kepada kami. Ternyata buku-bukunya menarik, terlebih buku ini kami membacanya sangat cepat dan langsung terbayang bentuk filmnya," kata Zaidy.

Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" dibintangi oleh Marthino Lio sebagai Ajo Kawir, Ladya Cheryl sebagai Iteung, Sal Priadi sebagai Tokek, Reza Rahadian sebagai Budi Baik, dan Ratu Felisha sebagai Jelita.

Film ini mengisahkan tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia, ia impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik kemudian dia jatuh cinta.

Produksi film ini merupakan kerja sama antara Indonesia, Singapura dan Jerman. Diproduseri oleh Palari Films dengan ko-produser Singapura yaitu Phoenix Films dan E&W Film; sedangkan ko-produser Jerman yaitu Match Factory Productions dan sutradara Fatih Akin melalui rumah produksinya Bombero Internasional.

Beberapa waktu lalu, Palari Films juga telah mengumumkan bahwa "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" akan world premiere di Locarno Film Festival 2021 dan berkompetisi di program Concorso internazionale untuk memperebutkan hadiah utama, Golden Leopard. Film akan tayang untuk pertama kalinya pada 8 Agustus dengan empat kali pemutaran sampai 10 Agustus 2021.

Baca juga: "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" tayang di TIFF 2021

Baca juga: "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" berkompetisi di Locarno

Baca juga: Sal Priadi jalani debut film layar lebar

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar