Peneliti sebut energi terbarukan bisa jadi kunci pemulihan ekonomi

Peneliti sebut energi terbarukan bisa jadi kunci pemulihan ekonomi

Ilustrasi - Salah satu pembangkit listrik sumber energi baru terbarukan (EBT) memanfaatkan tenaga surya atau PLTS di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PLN.

..dengan pemanfaatan energi terbarukan maka ketahanan energi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan.
Purwokerto (ANTARA) - Peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Ropiudin mengatakan penggunaan energi terbarukan dapat menjadi kunci pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

"Penggunaan energi terbarukan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, contohnya bila dimanfaatkan untuk ketahanan dan kedaulatan energi nasional," kata Ropiudin di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Jumat.

Peneliti senior laboratorium teknik sistem termal dan energi terbarukan Unsoed tersebut menambahkan dengan pemanfaatan energi terbarukan maka ketahanan energi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan.
Baca juga: Kementerian ESDM: Masih banyak ruang untuk eksplorasi pemanfaatan EBT

Dengan demikian, ujar dia, energi terbarukan dapat meningkatkan daya saing di era Industri 4.0 sekaligus dapat menggapai Indonesia Emas 2045.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa salah satu upaya pemulihan ekonomi dapat dilakukan dengan memberikan stimulus ke sektor energi terbarukan.

"Perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi dan berkualitas dengan mengintegrasikan energi rendah karbon, hal ini juga sekaligus dapat mengurangi gas rumah kaca," katanya.
Baca juga: Pemerintah berupaya atasi tantangan pengembangan energi panas bumi

Selain itu, kata dia, energi terbarukan juga dapat dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perikanan dan peternakan. "Khusus pada bidang pertanian, baik tradisonal maupun modern sangat banyak membutuhkan energi, mulai dari penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pascapanen, pengolahan hasil pertanian dan sampahnya," katanya.

Dia mencontohkan, penerapan teknologi berbasis energi terbarukan dapat diaplikasikan pada sektor pertanian saat musim kemarau atau musim tanam ketiga. Sedangkan saat kemarau ketersediaan air irigasi berpotensi mengalami penurunan seiring menurunnya potensi hujan.
Baca juga: BRIN: Pemanfaatan EBT solusi energi masa depan ekonomi dan lingkungan

"Kemarau yang merupakan siklus tahunan di negara tropis merupakan peluang dan tantangan dalam mengakselerasi teknologi pertanian modern berbasis energi terbarukan," katanya.

Menurut dia, energi terbarukan juga dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan irigasi saat musim kemarau, contohnya energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa dengan tenaga angin.

Baca juga: Menyulap ladang panas bumi menjadi energi

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Blok Rokan kembali dikelola BUMN, Erick Thohir ingatkan energi terbarukan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar