Olimpiade

Menanti kejutan di perempat final Olimpiade cabang sepak bola putra

Menanti kejutan di perempat final Olimpiade cabang sepak bola putra

Pemain Kamerun Lauren Etame Mayer (kiri), Geremi Njitap Fotso (tengah) dan Daniel Ngom Kome merayakan kemenangan melawan Spanyol melalui adu penalti dengan skor 5-3 di laga final Olimpiade 2000 Sydney cabang sepak bola putra, di Stadion Olympic, Sydney, Australia, 30 September 2000. (ANTARA/REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - Babak perempat final Olimpiade cabang sepak bola putra akan digelar mulai Sabtu sore waktu setempat dan terdapat empat pertandingan.

Sudah ada delapan tim yang siap memperebutkan 4 tiket semi final yaitu Brazil, Spanyol, Meksiko, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Mesir dan Pantai Gading.

Beberapa pihak tentu akan berharap ada kejutan dari tim-tim yang berlaga pada perempat final Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Jika melihat dari sejarah, wakil-wakil dari Afrika dan Asia bisa saja memberikan kejutan pada ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Jadwal Olimpiade sepak bola: Spanyol dan Brazil hadapi tim Afrika

Kesuksesan negara-negara Afrika di Olimpiade

Pada ajang Olimpiade, negara-negara Afrika bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan dan mencapai prestasi tertinggi dengan menyabet medali emas. Hal ini pernah dilakukan oleh dua negara asal Benua Afrika yaitu Nigeria dan Kamerun.

Nigeria berlaga di Olimpiade 1996 Atalanta dengan kekuatan muda yang cukup menjanjikan seperti Nwakwo Kanu, Augustine 'Jayjay' Okocha dan Emmanuel Babayaro.

Olympic Eagles, sebutan timnas Nigeria yang berlaga di Olimpiade memulai perjalanan mereka di Olimpiade Atalanta dengan tergabung di Grup D bersama Brazil, Jepang dan Hungaria.

Baca juga: Aljazair dan Nigeria lolos sepak bola Olimpiade Rio

Nigeria pada akhirnya bisa mengumpulkan 6 poin dan menjadi runner-up Grup D setelah menang melawan Hungaria dan Jepang serta kalah dari Brazil.

Di perempat final, Nigeria menghadapi juara Grup C, Meksiko dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 berkat gol dari Okocha dan Babayaro.

Selanjutnya di semi final, Nigeria harus kembali berhadapan dengan Brazil yang tak bisa mereka kalahkan di fase grup.

Brazil saat itu diperkuat oleh banyak pemain jempolan seperti Bebeto, Rivaldo, Donaldo hingga Roberto Carlos.

Pertandingan selanjutnya berjalan ketat hingga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah bermain imbang 3-3 hingga waktu normal.

Nigeria akhirnya bisa melaju ke babak final setelah gol emas dari Kanu di menit 94 membuat skor berkesudahan dengan skor 4-3.

Di partai final, Nigeria harus menghadapi wakil Amerika Latin lainnya, Argentina yang saat itu diisi oleh pemain-pemain hebat seperti Hernan Crespo, Javier Zanetti dan Juan Sebastian Veron.

Baca juga: Argentina Hadapi Nigeria di Final Sepakbola

Akhirnya Nigeria bisa keluar sebagai juara setelah berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 3-2. Pencapaian ini membuat Nigeria menjadi negara Afrika pertama yang menyabet medali emas dari cabang sepak bola.

Empat tahun berselang, giliran Kamerun yang meneruskan prestasi Nigeria, tepatnya di ajang Olimpiade yang digelar di Kota Sydney, Australia.

Tergabung di Grup C, Kamerun berhasil lolos ke perempat final setelah mengalahkan Kuwait serta bermain imbang melawan Amerika Serikat dan Republik Ceko.

Di perempat final, Kamerun berhadapan dengan salah satu kekuatan sepak bola Amerika Latin, Brazil yang saat itu diperkuat oleh pemain hebat seperti Ronaldinho, Lucio dan Fabio Aurelio.

Secara mengejutkan, Kamerun berhasil memenangkan pertandingan setelah mengalahkan Brazil berkat gol emas dari Modeste M'bami di menit 113 yang membuat skor berkesudahan 2-1.

Di Semi final, Kamerun kembali bertemu dengan wakil Amerika Latin, Chile yang di perempat final berhasil menyingkirkan peraih medali emas Olimpiade sebelumnya, Nigeria.

Kamerun kembali menunjukkan tajinya dengan berhasil mengalahkan Chile dengan skor 2-1 yang membuat mereka lolos ke partai final.

Di partai final, Kamerun berhadapan dengan Spanyol yang dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Carles Puyol, Xavi Hernandez, David Albelda, Carlos Marchena dan Joan Capdevila.

Selama 120 menit, pertandingan tetap berakhir dengan skor sama kuat 2-2 yang membuat laga dilanjutkan dengan babak adu penalti.

Kamerun kemudian keluar sebagai pemenang dengan skor adu penalti 5-3 setelah para penendang penaltinya menjalankan tugas dengan baik. Di sisi lain, satu dari empat penendang Spanyol, yaitu Ivan Amaya gagal melakukan eksekusi.

Saat ini, baik Mesir dan Pantai Gading tentu berusaha untuk mengulangi sukses dari Nigeria dan Kamerun yang berhasil menyabet medali emas Olimpiade.

Selanjutnya pencapaian tertinggi Asia

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden tuturkan kegembiraan atas raihan medali di Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar