Kasus aktif COVID-19 DKI kini turun jadi 19 ribu

Kasus aktif COVID-19 DKI kini turun jadi 19 ribu

Foto udara suasana pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Berdasarkan data Worldometer, Indonesia resmi masuk empat besar kasus aktif COVID-19 terbanyak di seluruh dunia, pada Kamis (15/7/2021) kasus aktif di Indonesia mencapai 480.199 kasus, melampaui Rusia yang tercatat 457.250 kasus, Indonesia juga jauh melampaui India yang tercatat 432.011 kasus. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli
Jakarta (ANTARA) - Kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota hingga kini telah turun menjadi 19.656 kasus berdasarkan data situs corona.jakarta.go.id pada Sabtu 31 Juli 2021.

"Kasus aktif di Jakarta yang pernah mencapai 113.000 pada 16 Juli, kini telah turun menjadi 19.000 kasus aktif. Artinya kita sudah lebih rendah dibandingkan gelombang pertama Februari lalu," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Sabtu.

Dengan demikian, kata Anies, jumlah kasus aktif di DKI Jakarta telah turun sekitar 83 persen dalam dua pekan.

Anies menegaskan bahwa penurunan terlihat bukan hanya kasus aktif saja, tetapi juga tren pemakaman dengan menggunakan protokol COVID-19.

Pada Sabtu ini, jumlah pemakaman dengan protokol COVID-19 sekitar 150-200 pemakaman per hari, sedangkan pada dua pekan lalu, bisa mencapai 350-400 pemakaman per hari.

Baca juga: Anies minta masyarakat tetap waspada kendati kasus aktif turun

Tak hanya itu, jumlah kematian pada pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) juga terus berkurang dengan kisaran lima kasus kematian dalam sehari.
 
Tangkapan Layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau posko peduli isoman COVID-19 di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2021). ANTARA/Instagram/@kominfotikjs/aa.


Sebelumnya, jumlah kematian bahkan mencapai 75 kasus sehari.

Namun demikian, Anies mewanti-wanti agar semua masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tidak lengah dalam menjaga kondisi yang sedang landai ini.

"Jangan kasih kendor, jangan lengah, jangan sampai momentum ini berbalik karena kita buru-buru merasa senang, buru-buru merasa berhasil, lalu kita mulai berkegiatan bebas," kata Anies.

Oleh karenanya, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap agar masyarakat tetap mengurangi mobilitas, menjaga protokol kesehatan serta membatas aktivitas yang tidak perlu.

Baca juga: Anies: Jakarta mulai jauhi kondisi genting tapi tetap patuhi prokes
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gubernur DKI: Kasus aktif COVID-19 Jakarta di bawah 10.000

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar