Pantai timur Australia hadapi peningkatan kasus COVID-19

Pantai timur Australia hadapi peningkatan kasus COVID-19

Arsip foto- Warga Australia menumpang bus umum pada hari pertama karantina wilayah (lockdown) di Sydney, Juni 2021. ANTARA/Reuters.

Melbourne (ANTARA) - Negara bagian New South Wales dan Queensland di pantai timur Australia bertarung dengan peningkatan kasus COVID-19 varian Delta pada Minggu.

Saat ini jutaan orang di wilayah itu berada dalam penguncian ketat dan otoritas setempat mendesak lebih banyak pengujian dan vaksinasi untuk mengendalikan wabah.

Sydney dan sekitarnya, di bawah perintah tinggal di rumah selama lima minggu, melaporkan 239 kasus baru yang didapat secara lokal dari varian Delta yang sangat menular, selaras dengan rekor jumlah harian dalam wabah saat ini yang dilaporkan pada Kamis.

Sebanyak 5 juta penduduk kota dan mereka yang berada di pusat-pusat wilayah tetangga yang membentang sepanjang 200 km (120 mil) dari garis pantai harus tinggal di rumah setidaknya sampai 28 Agustus. Jumlah total kasus dalam wabah, yang dimulai pada pertengahan Juni, telah mencapai 3.427.

"Saya pikir yang penting untuk diketahui adalah bahwa tidak ada peta jalan untuk varian Delta," kata Kepala Pemerintahan NSW Gladys Berejiklian.

Baca juga: Otoritas Sydney minta bantuan militer terapkan pembatasan pergerakan

"Tantangan bagi kami adalah mendapatkan sebanyak mungkin orang yang divaksin pada Agustus sehingga pada saat 28 Agustus tiba, kami memiliki opsi bagaimana kami dapat mengurangi pembatasan."

Upaya vaksinasi di Australia lamban, sejauh ini baru 18% orang dewasa yang sudah divaksin lengkap. Brad Hazzard, menteri kesehatan NSW, mengatakan bahwa 70% dari populasi negara bagian itu dapat divaksin sepenuhnya dalam waktu sekitar empat bulan.

Di negara tetangga Queensland, ada sembilan kasus baru COVID-19 yang didapat secara lokal, lonjakan harian terbesar dalam hampir setahun. Lebih dari 3 juta penduduk dimasukkan ke dalam penguncian cepat tiga hari pada Sabtu.

"Sangat penting (untuk dites), siapa pun dengan gejala apa pun, tidak masalah di mana Anda berada, karena saya tidak tahu di mana virus tersebut saat ini," kata kepala petugas kesehatan Queensland Jeannette Young.

Australia telah berhasil mengendalikan sebagian besar epidemi dengan total lebih dari 34.000 kasus dan 924 kematian. Tetapi lambatnya vaksinasi membuat negara itu akan memerlukan waktu berbulan-bulan sebelum membuka kembali perbatasan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Sydney siap perpanjang 'lockdown' saat wilayah lain Australia dibuka
Baca juga: Wabah COVID-19 Australia meningkat meskipun Sydney 'lockdown'

 

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia kembali terima 500 ribu dosis AstraZeneca dari Australia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar