Laporan dari Kuala Lumpur

Tokoh oposisi Malaysia berkumpul di Dataran Merdeka

Tokoh oposisi Malaysia berkumpul di Dataran Merdeka

Mantan perdana Menteri Mahathir Mohamad (tengah) anggota parlemen Semporna dari Partai Warisan, Mohd. Shafie Apdal dan anggota Parlemen Jerlun dari Partai Pejuang, Mukhriz Mahathir (kiri) di Dataran Merdeka. ANTARA Foto/Ho-Twitter (1)

Dengan 107 orang anggota parlemen yang ada di sini maka pemerintah sudah ditumbangkan
Kuala Lumpur (ANTARA) - Para tokoh oposisi dari parlemen Malaysia berkumpul di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Senin, setelah mereka dihalangi masuk menuju gedung parlemen untuk melanjutkan persidangan.

Di antara mereka nampak Ketua Oposisi, Anwar Ibrahim, anggota parlemen Langkawi dan mantan perdana Menteri Mahathir Mohamad, anggota parlemen Bagan dari DAP, Lim Guan Eng, anggota parlemen Kota Raja dari Partai Amanah, Mohammad Sabu.

Ada juga anggota parlemen Semporna dari Partai Warisan, Mohd. Shafie Apdal, anggota Parlemen Jerlun dari Partai Pejuang, Mukhriz Mahathir dan anggota parlemen dari Partai Muda, Syed Shadiq.

Mereka membawa spanduk besar putih bertuliskan warna merah "Mahiaddin dan Kabinet Letak Jawatan".

Mahiaddin merupakan nama resmi dari Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang beberapa waktu lalu suratnya beredar di  media sosial setempat.

Baca juga: PM Malaysia minta 14 menteri UMNO tetap di kabinet

Sejumlah anggota parlemen turut berpidato di depan media saat berada di Dataran Merdeka.

Ketua Oposisi yang juga Presiden PKR, Anwar Ibrahim mengatakan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah tumbang dan dirinya juga telah menerima daftar anggota parlemen yang keluar dari Perikatan Nasional.

"Dengan 107 orang anggota parlemen yang ada di sini maka pemerintah sudah ditumbangkan. Masalahnya adalah pelanggaran hukum dan menggunakan kekuasaan membelakangi rakyat, membelakangi parlemen, membelakangi undang-undang dan durhaka kepada Raja Malaysia," katanya.

Baca juga: PM Muhyiddin didorong pulihkan ekonomi Malaysia

Sementara anggota parlemen dari Partai Amanah, Mohammad Sabu mengatakan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sudah melanggar Raja Malaysia, Raja-Raja Melayu dan yang paling penting melanggar rakyat.

"Bila keadaan seperti ini investor mana mau datang. Sekarang ini hotel-hotel besar telah ditutup. Kalau investor tidak datang karena politik lebih buruk dari Zimbabwe yang terjadi dalam negara parlemen demokrasi. Karena itu perdana menteri mesti pergi karena melanggar peraturan," ujar anggota parlemen Kota dari Partai Amanah, Mohammad Sabu.

Sementara itu jalan menuju parlemen ditutup dengan barikade oleh polisi anti huru hara untuk menghadang anggota parlemen dan warga masuk menyusul pengumuman pemerintah menangguhkan persidangan dengan alasan COVID-19.

Baca juga: Muhyiddin tunda sidang parlemen Malaysia, Pakatan Harapan menolak
Baca juga: Perdana Menteri Malaysia setuju buka parlemen

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub tinjau pengawasan perbatasan RI-Malaysia di Kalbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar