Kalbe tingkatkan pemanfaatan platform layanan kesehatan digital

Kalbe tingkatkan pemanfaatan platform layanan kesehatan digital

Ilustrasi Call Center Telemedisin di tengah COVID-19. ANTARA/HO-Pexels.

Jakarta (ANTARA) - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha PT Enseval Putra Megatrading, Tbk (Enseval) terus meningkatkan pemanfaatan platform layanan kesehatan digitalnya (digital healthcare), EMOS.

Situasi pandemi COVID-19 menyebabkan banyak saluran distribusi atau pelanggan mengalami kendala dalam rantai pasokan, sehingga mereka tidak dapat memenuhi dengan baik permintaan konsumen yang membutuhkan produk-produk farmasi, kesehatan, dan consumer goods.

Baca juga: Kalbe luncurkan oneonco.co.id sarana layani masyarakat terkait kanker

"Di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, Kalbe terus meningkatkan pemanfaatan platform online dan teknologi digital dengan tujuan untuk menyediakan layanan dan produk kesehatan bagi masyarakat, yang saat ini lebih banyak di berada di rumah," kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius melalui keterangannya, Senin.

"Ke depannya, platform digital ini akan menjadi ekosistem rantai pasok produk kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha di industri kesehatan," imbuhnya.

Aplikasi EMOS (Electronic Mobile Order System) sendiri merupakan aplikasi atau platform B2B order digital yang memudahkan apotek, toko dan pelaku usaha distribusi produk kesehatan lainnya untuk memesan produk farmasi dan kesehatan, sehingga ketersediaan produk kesehatan berkualitas di apotek, klinik, rumah sakit dan toko mereka tetap terpenuhi dengan baik untuk dapat melayani kebutuhan masyarakat.

"Saat ini kami terus mengembangkan sejumlah platform digital distribusi produk kesehatan untuk keperluan antar bisnis atau B2B dan juga dengan customer langsung (B2C)," kata Direktur PT Enseval Putera Megatrading Tbk Handi Halim.

Handi menambahkan aplikasi digital EMOS dapat diakses selama 24 jam. Ia berharap aplikasi ini dapat membantu ketersediaan produk-produk yang dibutuhkan, apalagi di masa pandemi COVID-19.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, EMOS telah digunakan oleh berbagai saluran penjualan termasuk apotek, rumah sakit, klinik, toko obat, mini market, toko susu, toko perlengkapan bayi dan toko kelontong di seluruh Indonesia. Saat ini, aplikasi EMOS tidak hanya digunakan oleh Enseval tapi sudah digunakan oleh partner-partner principal maupun distributor lainnya.

Aplikasi EMOS sudah menghadirkan produk milik lebih dari 100 principal, di gunakan oleh lebih dari 100 distributor yang tersebar di seluruh Indonesia.


Baca juga: Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan kerja lewat K3

Baca juga: Penyintas COVID-19 masih bisa kembali tertular, apa sebabnya?

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Remdesivir, obat COVID-19 buatan India siap dipasarkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar