IHSG awal pekan ditutup menguat, seiring naiknya bursa Asia

IHSG awal pekan ditutup menguat, seiring naiknya bursa Asia

Ilustrasi - Pegawai mengamati halaman muka situs Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (26/3/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc/pri.

Mayoritas indeks saham di Asia sore ini ditutup naik, didorong oleh optimisme atas pemulihan ekonomi global setelah data pekan lalu memperlihatkan pemulihan ekonomi di Eropa lebih solid dari estimasi,
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ditutup menguat seiring naiknya mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 26,5 poin atau 0,44 persen ke posisi 6.096,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 7,11 poin atau 0,86 persen ke posisi 830,15.

"Mayoritas indeks saham di Asia sore ini ditutup naik, didorong oleh optimisme atas pemulihan ekonomi global setelah data pekan lalu memperlihatkan pemulihan ekonomi di Eropa lebih solid dari estimasi, sedangkan ekonomi AS telah kembali ke level sebelum pandemi dengan belanja pribadi mencatatkan kenaikan selama bulan Juni. Sebuah indikasi baik bagi data Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis hari Jumat nanti," tulis Tim Riset Philip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Sentimen positif juga datang dari prospek peluncuran stimulus fiskal di AS setelah Senat AS kemungkinan besar minggu ini akan meloloskan RUU Belanja Infrastruktur senilai 1 triliun dolar AS yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden. Sebelumnya, Biden telah berhasil meloloskan paket stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS pada awal tahun ini.

Presiden Biden masih berencana meloloskan usulan paket stimulus senilai 3,5 triliun dolar AS yang akan meliputi belanja untuk sektor pelayanan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan perubahan iklim.

Laju kenaikan indeks dibatasi oleh kekhawatiran atas gelombang penularan varian Delta COVID-19 setelah aktivitas sektor manufaktur di sejumlah negara Asia mengalami tekanan. Data Manufacturing PMI di negara raksasa ekspor seperti Jepang dan Korea Selatan mencatatkan ekspansi, namun data manufacturing PMI di Indonesia, Vietnam, dan Malaysia bergerak turun akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial yang lebih ketat.

Dibuka menguat, IHSG sempat melemah namun tak lama kembali berada di zona hijau pada sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG dan terus berada di teritori positif hingga akhirnya ditutup naik.

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 15,64 poin

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dengan sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 1,76 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor properti & real estat masing-masing 1,07 persen dan 1,01 persen.

Sedangkan empat sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,21 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen non-primer masing-masing minus 0,71 persen dan minus 0,35 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp12,86 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.589.249 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,67 miliar lembar saham senilai Rp13,45 triliun. Sebanyak 243 saham naik, 262 saham menurun, dan 144 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 497,43 poin atau 1,82 persen ke 27.781,02, Indeks Hang Seng naik 274,77 poin atau 1,06 persen ke 26.235,8, dan Indeks Straits Times terkoreksi 11,78 poin atau 0,37 persen ke 3.155,16.

Baca juga: Wall Street jatuh terseret Amazon, Indek Dow Jones merosot 149 poin


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PSBB Jawa-Bali, Airlangga : IHSG positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar