Apeksi fokus pada SDM untuk "Smart City"

Apeksi fokus pada SDM untuk "Smart City"

Tangkapan layar ketika Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya Sugiarto menyampaikan sambutannya di Pembukaan Kegiatan Riset dan Rating Transformasi Digital dan Kota Cerdas. (ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa Apeksi fokus pada sumber daya manusia (SDM) untuk persiapan membangun Kota Cerdas (Smart City).

“Kami fokus pada upaya menganalisis kaitan aspek manusia pada teknologi,” kata Bima Arya Sugiarto saat pembukaan Kegiatan Riset dan Rating Transformasi Digital dan Kota Cerdas, Senin.

Baca juga: Wapres sebut "smart city" selesaikan tantangan perkotaan

Baca juga: Kemendagri fasilitasi pemda untuk bangun "Smart City"

Menurut Bima Arya, tugas besar yang harus dipersiapkan oleh pemerintah bukan hanya terfokus pada infrastruktur penunjang teknologi informasi dan komunikasi. Aspek kesiapan SDM juga harus dimaksimalkan dalam rangka membangun Kota Cerdas.

“Surat elektronik atau paperless saja masih menjadi PR (pekerjaan rumah, red),” tutur Bima ketika menggambarkan situasi SDM di kalangan pemerintahan.

Instalasi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta pengoperasian berbagai aplikasi pemerintahan tidak akan dapat digunakan secara maksimal ketika sumber daya manusianya tidak siap, kata Bima menambahkan.

Oleh karena itu, ia juga melakukan diskusi bersama psikolog untuk melakukan analisis pada aspek kesiapan SDM dalam menghadapi masa transisi ke dunia digital. Apeksi melakukan analisis dan evaluasi bersama para ahli untuk menghasilkan penilaian yang objektif terkait kondisi masing-masing.

Bima juga menekankan peranan Kota Cerdas dalam mengakselerasikan tingkat transparansi pada proses birokrasi. Menurutnya, Kota Cerdas dapat mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Bukan hanya untuk melayani warga lebih cepat, namun juga membuat birokrasi menjadi lebih efisien dalam upaya pemberantasan korupsi,” katanya menambahkan.

Mengalihkan kegiatan birokrasi menuju dunia digital diyakini akan membuat proses administrasi menjadi lebih cepat, tepat, transparan, dan efisien.

Sesuai dengan poin kesiapan SDM yang disampaikan oleh Bima, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengadakan pelatihan berupa program stimulus digital talent scholarship yang menyentuh segmen lulusan baru, ASN, profesional, wirausaha, dan masyarakat lainnya. Pelatihan tersebut bertujuan untuk mendukung ekosistem Kota Cerdas.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wapres dukung riset inovatif kampus wujudkan kota pintar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar