Luhut: Kegiatan ekonomi bisa dibuka bertahap September

Luhut: Kegiatan ekonomi bisa dibuka bertahap September

Ilustrasi - Tenaga pemasaran menawarkan pelayanan perbaikan gawai dan laptop di depan Mal Bandung Electronic Center Bandung, Jawa Barat, Sabtu (31/7/2021). Sejumlah pedagang yang membuka toko di Mal Bandung Electronic Center tersebut terpaksa menggunakan bahu jalan dalam berjualan dan melayani perbaikan gawai dan laptop pelanggan akibat belum adanya lapak pengganti selama mal dan pusat perbelanjaan ditutup di masa PPKM. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj/pri.

Vaksinasi bulan ini kita berharap 60-70 juta (penyuntikan) kita bisa lakukan Agustus, kita harap juga September demikian
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan potensi bisa mulai dibukanya kegiatan ekonomi pada September mendatang.

Dalam konferensi pers virtual mengenai Evaluasi dan Penerapan PPKM, Senin malam, Luhut menjelaskan dibukanya kembali kegiatan ekonomi sangat bergantung pada penerapan protokol kesehatan serta vaksinasi.

"Vaksinasi bulan ini kita berharap 60-70 juta (penyuntikan) kita bisa lakukan Agustus, kita harap juga September demikian. Dengan kita mengendalikan pandemi, pembukaan aktivitas ekonomi akan bergantung pada pencapaian vaksinasi, dan implementasi 3T dan 3M," tutur-nya.

Luhut menuturkan, bulan Agustus ini menjadi momen penting untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Sejalan dengan terus menerapkan protokol kesehatan, maka diharapkan pada September mendatang kegiatan ekonomi bisa mulai dibuka secara bertahap.

"Kita berharap, dan bergantung pada (pekerjaan) mingguan, mungkin secara bertahap mungkin ada juga nanti yang akan kita buka," ujarnya.

Luhut juga memastikan suplai vaksin cukup guna mencapai target yang sudah ditetapkan.

Baca juga: Luhut tegaskan pengendalian COVID-19 dilakukan secara terpadu

Baca juga: Luhut apresiasi Hyundai bangun fasilitas produksi oksigen di Indonesia


"Kami berharap kerja sama dari kita semua dan juga untuk semua masyarakat memiliki kesadaran untuk berperan penuh dalam menjaga protokol kesehatan agar kita semua dapat segera keluar dari badai pandemi ini. tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah, seluruh bangsa harus terlibat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan Indonesia akan kedatangan sekitar 70 juta dosis vaksin COVID-19 pada Agustus-September. Dengan demikian total vaksin yang akan diterima Indonesia hingga September mendatang mencapai 331 juta dosis.

"Ini hampir 4 kali lipat dari apa yang kita peroleh bulan Januari-Juni," ungkap-nya.

Menkes menjelaskan vaksinasi akan difokuskan di daerah dengan kasus paling banyak dan tingkat kematian paling tinggi, yakni di Jawa-Bali, khususnya 7 wilayah aglomerasi di wilayah tersebut. Fokus vaksinasi dilakukan di wilayah tersebut untuk bisa menekan penularan dan kematian.

Guna menekan penularan, vaksinasi akan digenjot pada Agustus dan September ini dengan beban target vaksinasi yang meningkat hingga empat kali lipat.

"Sebagai gambaran, per Juli vaksinasi harian mencapai 382 ribu per hari. Ini (vaksinasi) perlu naik hingga 1,2 juta per hari, hanya untuk tujuh wilayah aglomerasi saja. Bayangkan ada kenaikan empat kali lipat. Oleh karena itu tugas kami di Agustus dan September ini akan lebih berat," papar-nya.

Menkes pun mengharapkan kerja sama TNI, Polri, pemerintah daerah dan semua organisasi kemasyarakatan untuk bisa menyukseskan target tersebut.

"Saya yakin kita bisa melakukannya bersama-sama," tukas Menkes.

Baca juga: Luhut: "tracing" kunci utama penanganan COVID-19

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luhut sampaikan kiat Indonesia jadi pusat peradaban maritimĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar