Olimpiade

Perjuangan atlet loncat indah China melawan depresi

Perjuangan atlet loncat indah China melawan depresi

Atlet loncat indah China Shi Tingmao saat tampil menyabet medali emas nomor papan 3m putri Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Aquatics Centre, Tokyo, Jepang, Minggu (1/8/2021). ANTARA/REUTERS/Carl Recine.

Jakarta (ANTARA) - Atlet loncat indah China peraih empat medali emas Olimpiade, Shi Tingmao, mengikuti jejak bintang senam indah Amerika Serikat Simone Biles yang menyuarakan tentang kesehatan mental para olahragawan di Olimpiade Tokyo 2020, dengan mengungkapkan perjuangannya melawan depresi.

Shi baru saja meraih medali emas Tokyo untuk nomor papan 3m putri dan berlinang air mata sesudah penampilannya di Tokyo Aquatics Centre, sembari mengungkap bahwa ia sempat mempertimbangkan pensiun karena penurunan performanya tahun lalu.

"Saya harus benar-benar menjaga kondisi mental saya dan memastikan saya tidak mengalami depresi," ujar Shi dalam konferensi pers pasca-kompetisi, pada komentar terbuka yang tidak biasa untuk para atlet China yang umumnya tak banyak bicara, dikutip dari laman AFP, Senin.

"Saya telah berkonsultasi dengan seorang psikiater atau psikolog yang sedikit membantu mengatasi beberapa tekanan mental menjadi atlet loncat indah yang kompetitif, berurusan dengan depresi, dan hal-hal semacam itu."

Baca juga: Ringkasan medali Olimpiade Tokyo Minggu 1 Juli

Shi mengaku sempat mencapai titik terrendah, membuatnya terbersit menyerah melanjutkan karier di dunia olahraga, tetapi dia menambahkan bahwa "Saya sangat suka loncat indah dan saya menyadari bahwa tidak mungkin saya bisa menyerah."

"Jadi untuk mencapai titik ini hari ini tidak mudah."

Shi yang juga memenangi dua medali emas di Olimpiade Rio de Janerio 2016 mengungkapkan konflik internal yang harus dihadapinya.

"Ada dua sisi dalam diri saya yang terkait kondisi mental, saya yang benar-benar berjuang dengan satu sama lain," ujarnya.

"Sebagian dari diriku mengatakan 'Kamu peraih medali emas, kamu bisa istirahat, kamu bisa berhenti'. Bagian lain dari diriku mengatakan 'kamu tidak boleh menyerah, kamu suka loncat indah'."

Baca juga: Ringkasan medali Olimpiade Senin 2 Agustus: Emas pertama Indonesia

Shi mengatakan dia tidak bertemu keluarganya selama 18 bulan akibat dedikasinya menjalani latihan.

"Saya yakin keluarga saya mengkhawatirkan saya, tetapi saya juga berharap, melalui layar, ketika kami bertemu, saya dapat berbicara dengan keluarga saya dan mengatakan bahwa mereka tidak perlu khawatir, semuanya baik-baik saja," katanya.

Atlet lompat indah Billes datang ke Olimpiade Tokyo 2020 sebagai salah satu bintang yang menonjol, tetapi dia telah menarik diri dari serangkaian nomor dan mengakui bahwa dia perlu menjaga kesehatan mentalnya.

Itu terjadi beberapa minggu setelah atlet papan atas dunia lainnya, termasuk bintang tenis Jepang, Naomi Osaka mengambil istirahat setelah ia mengungkapkan bahwa ia mengalami depresi.

Baca juga: Klasemen medali Olimpiade: Indonesia naik posisi 35, China memimpin

Pewarta: Gheovano Alfiqi/Fitri Supratiwi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KONI: PON XX Papua berkaca pada Olimpiade Tokyo 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar