Artikel

Tradisi emas Olimpiade itu dilanjutkan Greysia/Apriyani

Oleh Rr. Cornea Khairany

Ganda putri Indonesia Greysia Polii meluapkan kekecewaan seusai kalah melawan ganda putri China Li Wen Mei dan Zheng Yu pada semifinal Malaysia Masters 2020 di di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia , Sabtu (11/1/2020). Pasangan Greysia/Apriyani gagal melaju ke babak final setelah kalah dengan skor 19-21, 21-18, 19-21. ANTARA FOTO/Widya - Humas PP PBSI/pras.

Perjalanan Greysia Polii

Lahir di Jakarta pada 11 Agustus 1987, Greysia merupakan anak dari pasangan berdarah Minahasa, Willy Polii dan Evie Pakasi. Perempuan yang akrab disapa Greys itu merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Ia tinggal di Jakarta hingga ayahnya meninggal dunia saat ia berusia dua tahun. Greys kemudian pindah ke Manado dan menghabiskan masa kecilnya.

Di sana, ia mulai tertarik untuk bermain bulu tangkis akibat pengaruh dari sang kakak, Deyana Lomban, yang juga mantan atlet ganda putri bulu tangkis Indonesia.

Bakat bulu tangkis Greysia mulai terlihat ketika ia berusia enam tahun. Pada 1995, Greys beserta dan ibunya pindah ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bermain bulu tangkis yang lebih baik. Greysia pun bergabung dengan klub bulu tangkis PB Jaya Raya Jakarta.

Seiring dengan bakatnya yang terus berkembang, Greysia akhirnya bergabung dengan tim nasional Indonesia pada 2003 sebagai pemain ganda putri, dan memulai debutnya bersama Jo Novita di Piala Uber 2004.

Pada 2008, karena usia Jo yang tak lagi muda, Greysia berganti pasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Sayangnya, pasangan tersebut belum menunjukkan prestasi.

Greys lagi-lagi berganti pasangan dengan Meiliana Jauhari, dan lewat berbagai gelar juara, mereka masuk dalam peringkat 10 besar dunia.

Mereka kemudian dipercaya sebagai wakil Indonesia dalam perhelatan Olimpiade London 2012 dan bergabung di grup C bersama Korea Selatan, Australia dan Afrika Selatan.

Namun nasib buruk menimpa tim Garuda yang terpaksa didiskualifikasi bersama dengan tiga wakil dari negara lain karena dugaan pengaturan pertandingan.

Wasit menduga pemeringkat pertama grup A Jung Kyung-eun/Kim Ha-na asal Korea Selatan sengaja bermain ogah-ogahan dan cenderung mengalah saat menghadapi runner-up asal China Wang Xiaoli/Yu Yang pada laga terakhir penyisihan grup.

Menurut pengakuan pelatih kepala tim Korea Selatan Sung Han-Kook, hal tersebut sengaja dilakukan karena mereka tidak ingin bertemu dengan sesama wakil Korea Selatan, yaitu Ha Jung-eun/Kim Min-jung, pada babak selanjutnya.

Ha/Kim saat itu juga tengah bertanding melawan Greysia/Meiliana, dan memetik kemenangan rubber game. Namun keduanya diduga ikut terlibat dalam skandal tersebut.

Atas kejadian itu, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mendiskualifikasi keempat ganda putri tersebut dari ajang Olimpiade London 2012.

“Bagi saya, Olimpiade London mengajarkan saya untuk tidak pernah menyerah pada impian Anda, dan saya berusaha mempraktekan itu setiap hari,” kata Greysia dikutip dari laman BWF.

Baca juga: Cara Greysia Polii lari dari kejenuhan

Berangkat dari peristiwa itu pula, BWF akhirnya mengubah aturan main. Jika sebelumnya lawan sudah bisa diketahui sejak penyisihan terakhir grup, maka kini para pemenang dan runner-up dari tiap-tiap grup akan diundi, sehingga tidak dapat diketahui siapa yang akan mereka hadapi pada babak selanjutnya.

Pada Mei 2013, Greysia kembali dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Berbeda dengan percobaan pertama, kali ini mereka tampil lebih baik dan mencatat sejumlah prestasi.

Pasangan itu bahkan meraih medali emas di nomor ganda putri perorangan dalam ajang Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan.

Greysia/Nitya pun mendapat kepercayaan untuk mewakili Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Mereka keluar sebagai juara grup C setelah meraih kemenangan penuh atas tim Malaysia, Inggris dan Hong Kong. Sayang, mereka kemudian dijegal pasangan China Tang Yuanting/Yu Yang pada laga perempat final. Mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Baca juga: OLIMPIADE 2016 - Greysia/Nitya dihentikan Tang/Yu di perempat final
Baca juga: Penundaan Olimpiade ganggu rencana pribadi atlet, termasuk menikah


Selanjutnya pertemuan dengan Apriyani

Oleh Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ketum PBSI akui Greysia Polii siap pensiun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar