Saham AS berakhir bervariasi di tengah data ekonomi

Saham AS berakhir bervariasi di tengah data ekonomi

Arsip Foto - Suasana perdagangan di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). ANTARA/REUTERS/Andrew Kelly/am.

New York (ANTARA) - Saham AS menyerahkan sebagian besar kenaikan sebelumnya menjadi berakhir bervariasi pada Senin karena investor mencerna data ekonomi terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 97,31 poin, atau 0,28 persen, menjadi 34.838,16. S&P 500 turun 8,10 poin, atau 0,18 persen, menjadi 4.387,16. Indeks Komposit Nasdaq naik 8,39 poin atau 0,06 persen menjadi 14.681,07. Di awal sesi, ketiga indeks utama sempat diperdagangkan lebih tinggi dengan indeks 30 saham naik lebih dari 200 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan material turun 1,17 persen, memimpin penurunan. Utilitas naik 0,75 persen, kelompok berkinerja terbaik.

Perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan bobotnya dalam indeks S&P AS yang terdaftar di China 50 mengakhiri hari dengan catatan optimis.

Sektor manufaktur AS mengalami pertumbuhan yang lebih lambat pada bulan Juli, karena perusahaan dan pemasok terus berjuang untuk memenuhi tingkat permintaan yang meningkat, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Senin.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) berada ada 59,5 persen, turun 1,1 poin persentase dari data bulan Juni. Angka tersebut jauh dari perkiraan pasar. Angka di atas 50 persen menunjukkan sektor manufaktur umumnya berkembang.

Investor terus mengamati kebangkitan infeksi COVID-19.

Amerika Serikat mencatat lebih dari 100.000 kasus harian COVID-19 pada hari Jumat lalu, rekor tertinggi sejak awal Februari tahun ini. Angka baru itu membawa peningkatan kasus harian rata-rata tujuh hari menjadi 72.493, juga tertinggi sejak pertengahan Februari.

Untuk pekan yang berakhir 30 Juli, indeks Dow dan S&P 500 keduanya turun 0,4 persen, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,1 persen, di tengah kekhawatiran atas inflasi.
 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar