Satgas: Kartu vaksin digunakan untuk perjalanan Jawa-Bali

Satgas: Kartu vaksin digunakan untuk perjalanan Jawa-Bali

Petugas memeriksa cetakan kartu sertifikat vaksinasi COVID-19 pesanan warga saat kegiatan vaksinasi COVID-19 massal di Denpasar, Bali, Selasa (3/8/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.

vaksinasi tidak dapat menggantikan efektivitas 3M dalam mencegah penularan COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan persyaratan kartu vaksinasi sudah digunakan sebagai salah satu dokumen untuk perjalanan di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

"Perkembangan aplikasi dalam sektor lainnya, masih dipertimbangkan," kata dia saat menyampaikan laporan perkembangan penanganan COVID-19 yang dipantau secara virtual dari YouTube BNPB di Jakarta, Selasa sore.

Ia mengatakan penetapan kebijakan terkait dengan penanganan COVID-19 perlu ada pertimbangan dari berbagai aspek, termasuk kondisi kasus terkini di daerah maupun nasional.

"Perlu adanya pertimbangan mikro per darah maupun makro baik kondisi daerah penyangga maupun nasional," ujarnya.

Menurut Wiku, mobilitas antardaerah masih terjadi, sehingga untuk menjamin mayoritas masyarakat terlindungi dari aktivitas berisiko tersebut, maka vaksinasi nasional menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mengendalikan pandemi COVID-19.

"Ingat, bahwa vaksinasi tidak dapat menggantikan efektivitas 3M dalam mencegah penularan COVID-19, karena sistem ini perlu untuk dipertahankan dan saling bekerja melengkapi, bukan menggantikan," katanya.

Baca juga: Jangan unggah selfie kartu vaksinasi COVID-19 di media sosial
Baca juga: "QR Code" pada sertifikat vaksin mustahil dipalsukan
Baca juga: Satgas: Sertifikat vaksin sebagai akses perlu cakupan vaksinasi tinggi

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PeduliLindungi miliki fitur pendataan vaksinasi WNI di luar negeri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar