Tifatul Sembiring harap ASO dipercepat

Tifatul Sembiring harap ASO dipercepat

Tangkapan layar Politikus Tifatul Sembiring, yang menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2009-2014, dalam acara virtual Menuju 20 Tahun Kominfo (2001-2021), ANTARA/Kominfo TV.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika era 2009-2014 Tifatul Sembiring berharap analog switch off di Indonesia dipercepat.

"Kalau bisa, dipercepat," kata Tifatul, saat temu kangen virtual dengan Menkominfo berbagai periode, Rabu.

Kominfo mengadakan rangkaian pertemuan secara virtual dengan Menteri Kominfo berbagai periode untuk memperingati 20 tahun kementerian tersebut.

Baca juga: Staf Ahli Menkominfo: ASO bukan hanya soal penyiaran

Sang politikus, dalam acara ramah-tamah tersebut, membahas penghentian siaran televisi teresterial analog atau analog switch off yang sudah belasan tahun direncanakan.

Migrasi siaran televisi teresterial dari analog ke digital baru memiliki dasar hukum yang kuat sejak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja disahkan.

Dalam undang-undang tersebut, tercantum analog switch off paling lambat dua tahun sejak undang-undang berlaku, atau 2 November 2022.

Menurut Tifatul, yang kini menjadi anggota DPR RI, Indonesia perlu segera beralih ke siaran televisi digital karena dunia sudah berubah. Dia mencontohkan televisi analog kini sudah tidak diproduksi lagi.

Teknologi digital menawarkan efisiensi yang belum ada di siaran analog, salah satunya adalah penghematan di spektrum frekuensi emas 700MHz.

Dengan siaran digital, pita frekuensi yang tadinya hanya bisa digunakan satu kanal televisi pada siaran analog, bisa digunakan 12 bahkan hingga 24 kanal.

"Dividen digital bisa digunakan untuk kepentingan lain, seperti komunikasi, keamanan," kata Tifatul.

Siaran digital pun bisa menghemat penggunaan daya listrik, menurut Tifatul, karena perangkat televisi yang bisa menangkap siaran digital membutuhkan daya listrik sekitar 40W, dibandingkan dengan perangkat analog yang bisa ratusan Watt.

Kebutuhan beralih ke digital juga semakin terlihat ketika pandemi virus corona ini, ketika banyak aktivitas, termasuk bekerja, belajar dan belanja harus dilakukan dari jarak jauh, menggunakan internet.

Pemerintah Indonesia berencana menggunakan dividen digital sebesar 112MHz di frekuensi 700MHz untuk layanan telekomunikasi, yaitu internet cepat, dan frekuensi kebencanaan, ketika terjadi bencana alam, akan muncul notifikasi di perangkat seluler maupun televisi atau radio.

Analog switch off tahap pertama saat ini sedang berlangsung di beberapa wilayah siaran, terutama yang berada di perbatasan. ASO tahap I ini dijadwalkan paling lambat hingga 17 Agustus mendatang.

Baca juga: Kominfo siapkan distribusi set top box

Baca juga: Konten lokal berpotensi berkembang setelah siaran tv digital

Baca juga: Pemerintah fokus pada infrastruktur dan ekosistem jelang ASO

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kominfo percepat 10 tahun target bangun BTS 4G di seluruh desa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar