Sleman (ANTARA News) - Permaisuri Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Hemas mulai menjajaki sosok yang dapat menggantikan Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Kamis menemui Ponimin dan meminta agar salah satu tokoh masyarakat di Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman ini bersedia menggantikan Mbah Maridjan yang meninggal dunia terkena awan panas letusan Gunung Merapi.

Ponimin yang juga terluka akibat awan panas Gunung Merapi tersebut ditemui GKR hemas di rumah kerabatnya di Dusun Ngenthak, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut selain menjenguk kondisi Ponimin, GKR Hemas juga sempat menyampaikan permintaan agar Ponimin bersedia menjadi juru kunci Gunung Merapi.

"`Kowe saiki sing tunggu Merapi` (kamu sekarang yang menunggu Merapi)," kata GKR Hemas.

Ponimin yang selama ini tinggal di sisi selatan kawasan wisata "Lava Tour" Kaliadem, kepuharjo tersebut selama ini bekerja sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan tersebut tidak langsung menyanggupi permintaan GKR Hemas.

"`Kula dereng saged matur sakpunika`" (saya belum bisa menjawab saat ini)," kata Ponimin.

Mendapat jawaban tersebut GKR Hemas menyatakan tidak masalah dan akan dibicarakan lebih lanjut.

"`Yo wis, kuwi dirembug mengko`"(ya sudah, nanti dibicarakan lain waktu)," kata GKR Hemas.

GKR Hemas mengunjungi Ponimin hampir selama satu jam, dan ia juga ingin mendengar langsung kisah Ponimin dan keluarganya yang berhasil selamat dari amukan awan panas saat Merapi meletus, Selasa (26/10) sore.

Pominim yang oleh warga sekitar juga sering dimintai tolong masalah spiritual tersebut bersama berserta isteri dan anak-anaknya selamat dari terjangan awan panas Merapi.

Ponimin yang mengalami luka bakar di kedua kaki tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem hingga Selasa (26/10) malam, namun keesokan harinya ia bersama keluarga memilih mengungsi di rumah dokter Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman hingga saat ini.

Di depan GKR Hemas, Ponimin juga mengaku mendapat informasi secara gaib tentang letusan Merapi.

Menurut Ponimin, makhluk gaib itu bahkan memberitahu bahwa awan panas akan menerjang rumah Mbah Marijan. Ponimin juga mengatakan Merapi masih akan meletus lagi.

"`Yo wis, nek ana apa-apa, matur wae ke kraton yo" (ya sudah, kalau ada apa-apa, segera lapor ke kraton)", kata pinta GKR Hemas yang dijawab Ponimin dengan anggukan kepala.

Ponimin juga adalah abdi dalem dengan gelar Surakso Ponihardja, pangkat paling rendah di jajaran abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Pada 2006, Ponimin menyatakan mundur sebagai abdi dalem karena kecewa dengan keraton dan berseberangan pandangan dengan Mbah Marijan. Ponimin merasa kecewa terhadap Mbah Marijan, yang memutuskan bersedia dikontrak sebagai bintang iklan perusahaan jamu terkenal. (ANT/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010