Indonesia koordinator Dialog Kemitraan ASEAN-AS 2021-2024

Indonesia koordinator Dialog Kemitraan ASEAN-AS 2021-2024

Arsip foto: Menlu Retno Marsudi, yang hadir secara virtual mewakili Presiden Jokowi dalam KTT ke-8 ASEAN-Amerika Serikat, Sabtu (14/11/2020), menjelaskan bahwa Indonesia berharap agar persahabatan antara ASEAN & Amerika Serikat tersebut tetap terjalin kuat di waktu-waktu mendatang. ANTARA/BPMI/pri. (ANTARA/BPMI)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia akan menjadi koordinator untuk Dialog Kemitraan antara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Amerika Serikat pada periode 2021-2024.

Dalam forum Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-AS telah diserahterimakan posisi koordinator dari Laos ke Indonesia yang akan menjadi koordinator dialog kemitraan dengan AS untuk periode 2021-2024, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menlu RI Retno Marsudi telah mengikuti pertemuan tersebut yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu.

Pada kesempatan itu, Menlu Retno menyampaikan rencana fokus kerja sama yang akan dilakukan dalam tiga tahun ke depan antara ASEAN dan AS.

Baca juga: Dalam pertemuan ASEAN, Menlu RI soroti penguatan kerja sama dengan AS

Pertama, kerja sama kesehatan masih akan menjadi salah satu prioritas kerja sama antara ASEAN dan AS.

Untuk jangka pendek, kerja bersama harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan vaksin dan obat-obatan terapeutik negara-negara ASEAN.

Untuk jangka panjang, Indonesia mendorong kerja sama terkait pembangunan kapasitas, transfer teknologi manufaktur vaksin dan upaya membangun ketahanan kesehatan di kawasan.

ASEAN-AS juga penting melanjutkan kerja sama untuk mendukung kampanye vaksinasi dan mencegah terjadinya kebijakan diskriminatif terhadap vaksin, kata Menlu Retno.

Kedua, Menlu RI menekankan pentingnya bagi ASEAN dan AS untuk mengembangkan kerja sama konkret dalam konteks implementasi Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik.

Baca juga: Indonesia harapkan AS bantu ASEAN bangun ketahanan kesehatan kawasan

Kerja sama konkret itu, menurut Retno, harus didasarkan pada prinsip-prinsip inklusif, terbuka, transparan dan berbasis aturan sebagaimana tertera dalam Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik.

Kerja sama konkret itu sangat diharapkan, terutama di empat bidang prioritas, yaitu bidang maritim, konektivitas, pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta perdagangan dan investasi.

Selain itu, kerja sama konkret diyakini dapat membantu membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perdamaian dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.

Selanjutnya, rencana fokus kerja sama ketiga yang akan dilakukan Indonesia dalam tiga tahun ke depan antara ASEAN dan AS adalah peningkatan kerja sama di bidang: perempuan, perdamaian dan keamanan; pemulihan hijau dan berkelanjutan; pengembangan sumber daya manusia; dan keamanan maritim.

Baca juga: Menlu Retno singgung isu Palestina dalam pertemuan ASEAN-AS

Pertemuan yang dihadiri para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Menlu AS tersebut telah mengeluarkan satu dokumen hasil, yakni Laporan Kemajuan Pelaksanaan Rencana Aksi untuk mengimplementasikan Kemitraan strategis ASEAN-AS (2021-2025).

Dokumen itu berisi laporan perkembangan kerja sama di masing-masing bidang, yaitu politik keamanan, ekonomi, sosial-budaya, dan kerja sama pembangunan.

Kemitraan ASEAN-AS telah dimulai pada 1977, dan telah ditingkatkan ke tingkat kemitraan strategis sejak 2015.

Selama 44 tahun, Amerika Serikat telah menjadi mitra penting ASEAN dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan, dan kerja sama di berbagai bidang.

Baca juga: Menlu: Kemitraan ASEAN-AS jadi kekuatan positif bagi kawasan

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar