IDI Bali: 11 dokter meninggal karena COVID, 65 orang jalani isolasi

IDI Bali: 11 dokter meninggal karena COVID, 65 orang jalani isolasi

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali dr I Gede Putra Suteja. (FOTO ANTARA/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Data di kami ada 11 dokter yang meninggal, empat spesialis dan tujuh orang dokter umum
Denpasar (ANTARA) - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Bali dr I Gede Putra Suteja mengemukakan hingga saat ini tercatat ada 11 dokter di provinsi itu yang meninggal karena terkonfirmasi positif COVID-19 dan ada sebanyak 65 orang lainnya menjalani isolasi.

"Data di kami ada 11 dokter yang meninggal, empat spesialis dan tujuh orang dokter umum. Hampir sama, namun dokter umum lebih banyak dari spesialis. laki-laki juga lebih banyak dari perempuan. Untuk (dokter) laki-laki ada sembilan orang dan perempuan dua orang. Sekarang teman-teman yang lagi isolasi cukup banyak, terakhir ada 65 orang yang isolasi terpusat maupun dirawat," katanya dalam diskusi virtual di Denpasar, Bali, Rabu.

Ia mengatakan hingga saat ini ada 65 tenaga kesehatan sedang menjalani isolasi karena terkonfirmasi COVID-19. Adapun rinciannya, di Kota Denpasar ada 16 orang, Kabupaten Badung 14 orang, Buleleng 11 orang, Tabanan empat orang, Gianyar dua orang, Bangli satu orang, Jembrana empat orang, Karangasem tujuh orang dan Klungkung enam orang.

Dikatakannya bahwa ada juga satu dokter yang masih dirawat di ruang ICU. Pihaknya berharap sejawatnya itu bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasanya.

Ia mengatakan salah satu yang menjadi penyebab dokter umum yang lebih banyak gugur yaitu keterbatasan beban tugas. "Ada keterbatasan beban tugas, terutama bagi dokter umum," katanya.

"Biasanya dokter umum di puskesmas ikut rapat pada pagi harinya, lalu dilanjutkan dengan memeriksa pasien, menjadi vaksinator dan melakukan tracing dan sebagainya. Sehingga ke depannya bisa diperbanyak tempat isolasi terpusat dan mandiri," tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan keterbatasan tenaga, pihaknya mengaku juga mengkhawatirkan hal tersebut dan bisa mempengaruhi operasi rumah sakit apabila kondisi seperti ini terus terjadi.

Selain itu, angka kematian dokter laki-laki lebih tinggi dari perempuan karena dokter perempuan tidak banyak yang membuka praktik mandiri. Kalaupun toh buka praktik mandiri di masa pandemi seperti saat ini mungkin tidak banyak.

"Kenapa laki-laki bisa banyak (penghasilannya), ya... manusiawi saja karena mungkin membuka praktik dokter mandiri. Tidak semua memiliki penghasilan yang bisa dijadikan simpanan untuk penghidupannya. Tentu ini berkaitan dengan praktik mandiri," kata I Gede Putra Suteja .

Beberapa minggu terakhir kasus positif COVID-19 di Bali kembali meningkat, Berdasarkan data yang dikutip dari laman Satgas COVID-19 per hari Rabu (4/8) ada penambahan kasus sebanyak 1.362 orang, untuk tingkat kesembuhan 1.075 orang dan kasus meninggak ada 37 orang nakes.

Adapun untuk capaian vaksinasi yaitu untuk tahap I ada 3.078.858 orang dengan capaian 102,76 persen dan vaksinasi tahap II tercapai 973.329 orang dengan capaian 32,49 persen.

Baca juga: RS PTN Unud rawat tujuh dokter positif COVID-19

Baca juga: Ketua IDI Bali: Postingan Jrx lemahkan semangat tenaga kesehatan

Baca juga: Puskesmas Denpasar Timur ditutup, usai 13 nakes positif COVID-19

Baca juga: Dokter RSUP Sanglah ciptakan puisi bagi tenaga medis selama COVID-19


 

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

1.066 orang sembuh dari COVID-19 pada 23 Oktober

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar