OJK: Jumlah investor pasar modal tumbuh 50 persen

OJK: Jumlah investor pasar modal tumbuh 50 persen

Tangkapan layar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen dalam  webinar Literasi Keuangan Indonesia Terdepan di Jakarta, Kamis (5/8/2021). ANTARA/Sanya Dinda.

Perkembangan investor di pasar modal Indonesia saat ini cukup memberikan optimisme atas perkembangan pasar modal Indonesia di 2021. Ditambah adanya sentimen positif atas rencana masuknya berbagai perusahaan unicorn terkemuka di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mencatat jumlah investor pasar modal meningkat 50 persen secara year to date pada 30 Juli 2021.

Pertumbuhan ini, ujar Hoesen, tampak dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai 5,82 juta atau tumbuh dari 3,88 juta pada akhir 2020.

“Perkembangan investor di pasar modal Indonesia saat ini cukup memberikan optimisme atas perkembangan pasar modal Indonesia di 2021. Ditambah adanya sentimen positif atas rencana masuknya berbagai perusahaan unicorn terkemuka di Indonesia pada beberapa tahun ini dan ke depan,” kata Hoesen dalam webinar Literasi Keuangan Indonesia Terdepan di Jakarta, Kamis.

Sebanyak 58 persen dari total investor pasar modal, menurut Hoesen, adalah generasi milenial dan generasi Z yang berusia di bawah 30 tahun. Ia mengatakan kehadiran pemodal muda akan mendorong perkembangan pasar modal Indonesia meski di tengah pandemi COVID-19.

“Kaidah sederhananya di saat pasar masih melihat perkembangan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi tentu banyak yang akan bersifat wait and see untuk menentukan keputusannya dalam berinvestasi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya masyarakat kita berbondong-bondong terjun berinvestasi di pasar modal,” imbuhnya.

Selain kehadiran investor muda, menurutnya pasar modal akan berkembang didorong oleh rencana Initial Public Offerings (IPO) dari beberapa perusahaan rintisan berbasis teknologi (start up) yang berstatus unicorn dan decacorn di samping Bukalapak. Realisasi IPO ini berpotensi mendongkrak kapitalisasi pasar emiten di Bursa Efek Indonesia.

OJK bersama BEI akan membuat regulasi yang sesuai dengan perusahaan rintisan yang diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

“Hal ini tentu yang memberikan daya tarik tersendiri bagi investor, termasuk investor asing,” kata Hoesen.

Bersamaan dengan itu, selain menyambut gembira kehadiran investor berusia muda, OJK juga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pasar modal. Apalagi akhir-akhir ini semakin banyak investasi bodong yang mengaku telah mendapat izin dari OJK.

“Untuk itu kami berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat sebelum berinvestasi di pasar modal, pelajari dan pahami dulu. Kita harus waspada terhadap investasi bodong atau ilegal, dan jangan mudah terbujuk rayuan atau janji-janji untuk mendapat imbal hasil yang tidak masuk akal,” imbuhnya.
Baca juga: Meningkat 96 persen, OJK jaga kepercayaan investor pasar modal
Baca juga: OJK ingatkan masyarakat agar waspada dengan instrumen bunga tinggi
Baca juga: OJK: Sektor jasa keuangan semester I 2021 tetap stabil


Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

OJK Perpanjang restrukturisasi kredit perbankan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar