WeTV ungkap tantangan dan harapan produksi konten lokal Indonesia

WeTV ungkap tantangan dan harapan produksi konten lokal Indonesia

Ilustrasi - Produksi video/film. ANTARA/Pexels.

Jakarta (ANTARA) - Country Head WeTV dan iflix Indonesia Lesley Simpson mengungkapkan sejumlah tantangan dan optimismenya akan produksi konten lokal Indonesia di layanan Over-The-Top (OTT) WeTV.

"Tantangan terbesar saat ini untuk memproduksi konten serial original di masa pandemi adalah bagaimana kita harus memikirkan keselamatan cast dan kru dari paparan virus COVID-19. Itu challenge yang luar biasa," kata Lesley dalam diskusi media secara daring, Kamis.

"Tapi, ada baiknya juga. Dulu sineas ingin syuting di luar negeri dengan anggapan value-nya naik. Sekarang, kita seperti 'dipaksa' untuk syuting di dalam negeri, dan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengeksplor keindahan Indonesia. Harapannya, pariwisata Indonesia juga bisa maju ketika kita menayangkan (konten original) di luar negeri," imbuhnya.

Baca juga: Kevin Julio dan Aurora Ribero akan bintangi drama "Kaget Nikah"

Lebih lanjut, Lesley optimistis bahwa WeTV Indonesia adalah platform yang akan terus tumbuh sehingga semakin membuka peluang bagi konten-konten Indonesia untuk dinikmati oleh penonton dari negara lain.

"Konten-konten lokal Indonesia, seperti series yang termasuk WeTV Original telah mulai di tonton oleh penonton di luar negeri seperti Malaysia, Jepang dan negara-negara lainnya sampai ke seluruh dunia. Karena itu, WeTV selain menyuguhkan hiburan berkualitas untuk penonton, sekaligus membuka kesempatan untuk para sineas Indonesia bisa go international melalui WeTV," kata dia.

Platform berbasis aplikasi WeTV dan website wetv.vip milik Tencent Holdings Ltd., masuk ke pasar Indonesia sejak akhir 2019. Semula, platform ini membidik segmen penggemar drama Asia yang jumlahnya terus bertambah di kalangan milenial.

Adapun WeTV menyediakan tayangan dari China, Malaysia, Indonesia, Thailand, Korea, hingga Jepang. Sambutan pengguna pun menurut Lesley positif; konten dari China juga bisa diterima dengan baik. "Ini karena value series tersebut yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Dan mengingat konten Mandarin dari dulu juga sudah diterima masyarakat," katanya.

Di sisi lain, sejak 2020, WeTV bekerja sama dengan sejumlah rumah produksi lokal, mulai memproduksi konten-konten Indonesia. WeTV Original "My Lecturer My Husband" dan "Imperfect the Series" adalah dua judul yang mengawali segmen WeTV Original dan mendapat sambutan baik dari penonton di Indonesia dan Malaysia melalui aplikasi WeTV.

Lesley mengatakan, dari Maret sampai Juli 2021, WeTV Indonesia telah mencapai jam tayang lebih dari 6 ribu menit konten lokal yang termasuk ke dalam produksi lokal WeTV. "Di tengah pembatasan gerak dan aturan protokol kesehatan yang ketat, WeTV gigih dan produktif, membuktikan betapa seriusnya WeTV di pasar Indonesia," kata Lesley.

Ia menambahkan, WeTV Indonesia akan selalu menyajikan tayangan-tayangan terbaik, berkualitas dan menghibur. Setiap series WeTV Original yang diproduksi, dipersiapkan dengan matang, mulai dari ide cerita, pemilihan pemeran, original soundtrack, proses syuting hingga jadwal tayang.

"Dengan kualitas konten seperti itu, WeTV Indonesia akan menjadi etalase bagi sineas dan juga artis dan pemerannya berkesempatan unjuk gigi di dunia internasional," ujar Lesley.

Baca juga: "Satu Amin Dua Iman" masuki babak rumitnya kisah cinta Aisyah

Baca juga: Trailer drama "Sianida" dirilis, ada Aghniny Haque hingga Rio Dewanto

Baca juga: WeTV umumkan empat duta global baru

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ruang Bupati disegel KPK, aktivitas kantor Kolaka Timur normal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar