Mantan Menkeu usul BLT diberikan ke masyarakat yang telah ikut vaksin

Mantan Menkeu usul BLT diberikan ke masyarakat yang telah ikut vaksin

Ilustrasi - Kepala lingkungan menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga di kawasan Tanjung Benoa, Badung, Bali, Kamis (5/8/2021). Penyaluran BLT sebesar Rp300 ribu bagi setiap penerima yang bersumber dari APBD Badung guna meringankan beban masyarakat selama PPKM . ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.

Seperti di New York City, Massachusetts, Boston, itu kinerja ekonominya baik karena coverage dari vaksinnya itu sudah 50 persen. Tapi di Missouri yang vaksinasinya masih rendah, kinerja ekonominya agak sulit
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri mengusulkan agar sebagian dana dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikucurkan pemerintah diberikan kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksin guna mempercepat program vaksinasi untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Jadi kalau orang ingin dapat cash, dia harus vaksin. Dengan begitu prosesnya akan lebih cepat," kata Chatib Basri saat menghadiri Dialog Ekonomi secara virtual, Kamis.

Mantan Menteri Keuangan itu menyampaikan ide tersebut dapat dijalankan hanya apabila pasokan vaksin tersedia. Dengan demikian mobilitas masyarakat dapat berjalan, namun kasus COVID-19 juga dapat ditekan.

Chatib menegaskan hal yang sangat penting untuk menggerakkan roda perekonomian adalah mobilitas masyarakat.

"Satu hal yang sangat penting saya kira adalah mengenai mobilitas. Kelihatan sekali ketika mobilitas dibuka dari April-Juni 2021 itu ekonominya bergerak. Nah, persoalannya adalah kita selalu ada di dalam dilema, karena mobilitas yang dibuka terlalu jauh ini juga memiliki risiko, mengenai invected cases yang naik," kata Chatib Basri.

Baca juga: Menkeu: BLT Desa telah disalurkan Rp6,11 triliun ke 5,2 juta penerima

Sehingga, hal itu akan kembali meningkatkan kasus COVID-19 yang berujung pada pengetatan kembali mobilitas masyarakat. Ia menarik kesimpulan bahwa vaksinasi akan memengaruhi pergerakan ekonomi.

Ia mengambil contoh di beberapa negara sebagai perbandingan, misalnya di Amerika Serikat, di mana negara bagian yang presentase vaksinasinya mencapai 50 persen, maka kinerja ekonominya berjalan dengan baik.

"Seperti di New York City, Massachusetts, Boston, itu kinerja ekonominya baik karena coverage dari vaksinnya itu sudah 50 persen. Tapi di Missouri yang vaksinasinya masih rendah, kinerja ekonominya agak sulit. Kita juga bisa lihat bahwa di AS, pemulihan ekonominya itu huruf V, juga yang terjadi di beberapa negara Eropa dan China," ujar Chatib Basri.

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan salah satunya adalah terus meningkatkan vaksinasi masyarakat.

Baca juga: Ekonom minta pemerintah percepat penyaluran BLT Dana Desa

Baca juga: Pemerintah kebut penyaluran BLT Desa untuk 8 juta penerima


 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

1.472 KPM di Kabupaten Bangka terima BLT-DD ke IX

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar